Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Usai Diajari Seniman, Siswa SD-SMA Pentas, GSMS Upaya Pelestarian Seni dan Pemahaman Artefak Tak Benda pada Siswa

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 9 November 2024 | 04:12 WIB
Usai Diajari Seniman, Siswa SD-SMA Pentas, GSMS Upaya Pelestarian Seni dan Pemahaman Artefak Tak Benda pada Siswa
Usai Diajari Seniman, Siswa SD-SMA Pentas, GSMS Upaya Pelestarian Seni dan Pemahaman Artefak Tak Benda pada Siswa

 

JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) DIJ melaksanakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Program tersebut sebagai upaya melestarikan kesenian dan memahamkan kaitannya dengan artefak tak benda kepada siswa di sekolah.

Kepala Dindikpora DIJ Didik Wardaya mengatakan program tersebut telah berlangsung lama dengan dilaksanakan setahun sekali. Beberapa sekolah mulai dari SD-SMA terpilih akan menjadi tujuan para seniman untuk melatih berbagai macam bidang seni."Proses belajar dilakukan beberapa bulan dan finalnya nanti mereka kami beri panggung untuk pentas, seperti sekarang," ujarnya, Jumat (8/11).

Sekolah yang terpilih tersebut sebelumnya mengajukan proposal dan ditujukan ke Dindikpora DIJ.

Baca Juga: Separo Wilayah Kebumen Rawan Bencana, BPBD Ingatkan Potensi Banjir, Angin Kencang dan Longsor

Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Kunci Satu Tiket ke Babak Final Piala AFF Futsal 2024 Usai Sikat Tuan Rumah Thailand 1-5

Selanjutnya, tim akan melakukan seleksi. Ketika terpilih nantinya seniman-seniman akan masuk ke sekolah tersebut untuk mengembangkan seni tradisional. "Tujuannya untuk menumbuhkan cinta seni lokal dan mengembangkan budaya-budaya lokal Jogjakarta," tuturnya.

Tahun ini, terdapat sekitar 20 sekolah yang lolos dalam seleksi. Namun, antusias sekolah yang ingin mengikuti program tersebut relatif tinggi. Hal itu dilihat dari jumlah proposal masuk yang totalnya bisa 2/3 kali lipat dari jumlah kuota. "Yang mengajukan banyak, tapi tidak semua terpilih. Jadi gantian gitu," bebernya.

Program tersebut erat kaitannya dengan pendidikan berbasis budaya seperti pendidikan Khas Kejogjaan yang siteraokan di sekolah-sekolah di DIJ. Menurutnya, pendidikan budaya sebagai isi, pendekatan dan cerminan masyarakat. "GSMS bagian dari upaya memahamkan kaitannya dengan artefak tak benda kepada siswa di sekolah," jelasnya.

Contoh kesenian lokal yang dikembangkan para seniman dalam program tersebut di antarannya pedalangan, panembrama, ketoprak, teater dan sebagainya. (oso/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Seniman #SMA #dindikpora #gerakan #masuk sekolah #sd