Kirab ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Pameran Seni Budaya Nusantara (Pandatara) pada 31 Oktober-3 November 2024.
Tujuannya untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, memupuk persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia. Selain itu, kegiatan ini sekaligus mencerminkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Kirab budaya yang dihelat dua tahun sekali ini diikuti oleh 1.500 siswa-siswi SMA Taruna Nusantara dan 200 siswa-siswi SMP Kota Magelang.
Ribuan siswa itu dibagi menjadi beberapa kontingen dari masing-masing provinsi di Indonesia.
Kontingen itu antara lain Kalimantan, Jawa Barat, Yogyakarta, Sumatera 2, Jawa Tengah, Sumatera 1, Sulawesi, Jawa Timur, Jakarta, Papua Maluku, dan Bali Nusa Tenggara.
Mereka menampilkan tarian yang meriah dan memukau warga Magelang. Ditambah dengan adanya drumband Genderang Suling Canka Lokananta (GSCL) Taruna Akmil.
Kepala SMA Taruna Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn) Tono Suratman menuturkan, Pandatara kali ini dikemas dalam bentuk pameran budaya dan lingkungan, penampilan atau pertunjukan kesenian, lomba seni dan budaya, serta wisata kuliner.
Dengan kirab budaya Nusantara sebagai puncak kegiatan.
Kirab budaya Nusantara juga diharapkan bisa mengajak warga untuk semakin memahami betapa luas, beragam, indah, dan membanggakannya Indonesia.
Terlebih, dengan adanya penampilan seni budaya dari masing-masing kontingen dari berbagai daerah.
Dia berharap, persembahan kirab budaya ini dapat menghibur warga Magelang. "Serta dapat menggugah semangat untuk lebih produktif dan membangun Indonesia untuk maju," lontarnya.
Pjs Wali Kota Magelang Ahmad Aziz mengapresiasi upaya SMA Taruna Nusantara dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Dia berharap, kirab budaya ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Magelang dan seluruh Indonesia untuk melakukan hal serupa.
"Mari kita bersama-sama mendukung generasi muda dalam mencintai dan melestarikan budaya kita. Karena di tengan merekalah, masa depan bangsa dan budaya ini berada," paparnya.
Dia menuturkan, kirab budaya ini menjadi satu langkah nyata dalam melestarikan dan mempromosikan budaya nusantara di tengah era modernisasi dan globalisasi.
Sekaligus mengajarkan kepada generasi muda akan pentingnya menjaga keberagaman budaya.
Aziz menilai, penampilan kesenian dan budaya dari setiap provinsi di Indonesia ini merupakan cerminan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Melalui partisipasi itu, Aziz bisa melihat antusias generasi muda dalam menghargai dan melestarikan budaya Nusantara.
"Meski kita beragam, kita tetap satu sebagai bangsa Indonesia," katanya.
Menurutnya, semangat itulah yang perlu dirawat dan dikembangkan.
Dengan begitu, nilai-nilai budaya tidak hanya sebatas pengetahuan saja, tetapi menjadi bagian yang hidup dalam keseharian. (aya)
Editor : Bahana.