Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Refleksi 100 Tahun Surealisme Andre Breton, 75 Karya Seni dari 65 Seniman Indonesia Mejeng di OHD Museum Magelang

Naila Nihayah • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 15:35 WIB
BERNILAI SENI: Puluhan lukisan bergaya surealisme bakal dipamerkan di OHD Museum, Magelang.
BERNILAI SENI: Puluhan lukisan bergaya surealisme bakal dipamerkan di OHD Museum, Magelang.

 

 

 

MUNGKID -Sedikitnya 75 karya seni surealisme mejeng di Oei Hong Djien (OHD) Museum. Karya seni dari 65 seniman Indonesia itu akan dipamerkan mulai 19 Oktober 2024 hingga 10 Februari 2025. Pameran digelar untuk merefleksi 100 tahun surealisme Andre Breton.

 

Kurator pameran Prof M Dwi Marianto menjelaskan, gerakan sastra dan seni surealisme Andre Breton ini bermula di Paris pada 1924 dan terus tumbuh di hampir semua negara.

Provokasi Breton yang mengadvokasi sastrawan dan seniman agar tidak hanya terpancang pada rasionalisme sempit, tetapi juga harus mengetuk berbagai potensi dari dunia mimpi, imajinasi, alam bawah sadar, hingga masa lalu.

Dia menyebut, sureliasme Breton kini genap berusia 100 tahun. Perayaan seabad surealisme adalah dalih penyelenggaraan pameran seni dari 65 seniman Indonesia di OHD Museum.

Baca Juga: Pekerjaan Penuh Risiko, Kualifikasi Pendidikan pada Formasi PPPK Penjaga Palang Perlintasan Kereta Dianggap Tak Sesuai

Baca Juga: Sekolah Dasar di Kota Wonosari Gunungkidul Bakal Jadi Uji Coba Makan Siang Gratis

Bahkan, pameran ini sebetulnya telah digagas dan direncanakan sejak 2020. "Proses pencarian ide untuk pameran ini sejak 5 Januari 2020, tapi setiap tahun berubah sesuai perkembangan yang ada," ujarnya Jumat(18/10).

Namun karya-karya itu baru terkumpul pada pertengahan 2022. Sebab, dia harus menghubungi hingga mendatangi studio para seniman untuk berkontribusi dalam pameran seni rupa itu. Pameran menghadirkan karya-karya dari berbagai media dari 65 seniman. Dari yang paling senior almarhum Sudibio, almarhum Soedjojojol, hingga pegrafis dari Jakarta.

Selain itu, ada juga Mahdi Abdullah dari Aceh, Dicky Takndare dari Papua, Venzha dari Banyuwangi, Made Jirna dari Bali, Insanul Qisty Barriyah dari Jakarta, dan seniman lainnya.

Baca Juga: Sopir Rombongan Islamic Center Bin Baz Bantul Selamat, Diketahui Warga Yogyakarta Masih 19 TahunBaca Juga: Dugaan Sementara Penyebab Kecelakaan Rombongan Pondok Pesantren Islamic Center Bin Baz Bantul, Sopir Kurang Konsentrasi

"Surealisme itu percaya pada keindahan. Kebanyakan orang memandang bahwa surealisme adalah pandangan bagaimana cara melihat dunia," paparnya.

Sementara itu, ko-kurator pameran Heri Kris menambahkan, daya emansipatif dan transformatif, semangat restoratif, intelektualisme seni serta kritisisme surealisme adalah aspek-aspek yang direfleksikan dalam pameran ini.

"Tujuannya ingin melengkapi persepsi dan pemahaman yang masih melihat surealisme sebatas gaya atau formula berkarya seni melalui automatisme," katanya.

Dia berharap, melalui pameran yang menampilkan wacana dan keunikan dari surealisme Andre Breton, pengunjung dapat meresapi dan mengembangkan karya seni sesuai dengan nafas budaya, mimpi, masa lalu, masa kini, hingga masa depan. Terutama yang diimpikan oleh para seniman dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#KURATOR #Seniman #100 tahun #Magelang #OHD Museum #andre #Surealis #Pameran