SLEMAN - Ratusan peserta mengikuti Gelar Seni Dolanan Anak yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Sabtu (12/10/2024).
Peserta yang tampil, merupakan perwakilan dari 17 Kapanewon di Kabupaten Sleman.
Secara bergilir, mereka menampilkan ragam seni dan budaya yang memukau.
Peserta dari 17 Kapanewon meliputi, Kapanewon Gamping, Godean, Moyudan, Mlati, Minggir, Seyegan, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Pakem, Turi, dan Cangkringan.
Kasi Pengembangan Seni Dinas Kebudayaan (Disbud) Kundha Kabudayan Sleman Arif Bowo Laksono mengatakan, agenda yang rutin digelar oleh Disbud Sleman tersebut bertujuan untuk mewadahi minat dan bakat anak-anak di Sleman.
"Kami ingin menciptakan ekosistem kabupaten yang layak dan ramah anak," katanya saat ditemui di Balai Budaya Pandowoharjo, Sabtu (12/10/2024).
Arif merinci, Sleman sendiri sejatinya sudah banyak memiliki sanggar seni di masing-masing kapanewon.
Secara progresif ragam sanggar tersebut juga menunjukkan animo yang positif dari para peserta, namun ia menyakini bahwa dorongan lebih lanjut juga perlu dilakukan.
"Salah satu cara mendukungnya ya seperti acara ini, gelar seni ini rutin setiap tahun kami lakukan," paparnya.
"Dengan kategori peserta anak tingkat SD. Ini penting sebagai media pembelajaran yang lebih jauh soal budaya dan kesenian lokal kita," imbuhnya.
Disampaikan, para peserta memiliki durasi tampil rentang 15 hingga 20 menit.
Mereka memainkan lagu-lagu daerah Indonesia dan dikombinasikan dengan beberapa atraksi.
"Akan dipilih enam penampil terbaik," ungkap Arif.
Kendati begitu, ungkap Arif, tujuan utamanya bukan semata-mata hasil terbaik. Namun untuk mewadahi kreativitas peserta, dan mengingatkan kembali pentingnya budaya lokal di tengah modernitas.
"Ada penampilan drama, tari, hingga seni tradisional seperti gamelan. Bebas saja sesuai kreativitas anak-anak," lanjutnya.
Sementara itu, perwakilan pendamping dari Kapanewon Prambanan Ari Kustina menuturkan, pihaknya mengirimkan delegasi yang seluruhnya merupakan siswa dari SD Muhammadiyah Prambanan.
Ia menerangkan, Kapanewon Prambanan sendiri sebelumnya memang sempat melakukan seleksi antar SD, dan pemenang di tingkat Kapanewon tersebut yang akhirnya mewakili tampil pada tingkat kabupaten.
"Skema masing-masing Kapanewon beda-beda setahu saya, ada yang sistem seleksi seperti Prambanan, ada juga yang langsung ditunjuk untuk mewakili," urainya.
Secara pribadi, Ari menilai kesempatan tampil tersebut sangat penting bagi para siswanya. Ia juga berharap agar bisa masuk dalam 6 besar penampilan terbaik.
"Harapannya bisa masuk enam besar, karena itu akan jadi pencapaian yang luar biasa sekali," serunya.
Disebutkan, ia menargetkan masuk kategori terbaik bukan saja demi kemenangan semata. Namun, ada tujuan lain yang juga tengah diusahakan oleh SD Muhammadiyah Prambanan.
"Kalau masuk 6 besar, ini jadi modal kami untuk mengajukan ke dinas soal pengadaan gamelan di sekolah," harapnya.
"Sekolah kami belum punya itu, dan biasanya kami sewa dari pihak luar. Sementara dari siswa itu antusias untuk belajar," imbuhnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva