Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Tradisi Rasulan: Kearifan Lokal di Gunungkidul yang Masih Eksis hingga Kini

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 24 September 2024 | 21:37 WIB
Mengenal tradisi rasulan di Gunungkidul.
Mengenal tradisi rasulan di Gunungkidul.

RADAR JOGJA - Tradisi Rasulan atau bersih desa merupakan salah satu tradisi masyarakat Gunungkidul yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Rasulan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah ini diadakan satu tahun sekali setelah musim panen.

Tradisi ini selaras dengan mayoritas penduduk Gunungkidul yang berprofesi sebagai petani. Namun, seiring perkembangan zaman, Rasulan kini dirayakan oleh berbagai kalangan masyarakat dengan beragam profesi.

Baca Juga: Tak Disadari Konsumsi 5 Makanan Ini Dapat Memicu Bau Badan Tidak Sedap

Tiap daerah, tradisi ini berbeda-beda waktu pelaksanaanya, sesuai dengan kesepakatan daerah masing-masing.

Adapun prosesi rasulan diawali dengan warga desa setempat bergotong royong, membersihkan lingkungan sekitar.

Kemudian, seminggu sebelum acara inti berlangsung, warga setempat melakukan tradisi nyadran. Di mana mereka membawa nasi dan ingkung (ayam utuh) serta mendoakan para leluhur.

Setelah berdoa masyarakat sekitar mulai membagikan bungkusan yang berisi nasi ingkung, dan menyantap bersama-sama menggunakan alas daun pisang.

Puncak acara rasulan diselenggarakan dengan mengadakan kenduri. Kenduri merupakan acara doa bersama yang diadakan di balai desa dan dilanjut membagikan ingkung.

Pada acara kenduri biasanya dihadiri salah satu perwakilan tiap keluarga, dan biasanya merupakan kepala keluarga.

Baca Juga: Kolaborasi Spektakuler The Adams Dan FSTVLST Siap Guncang Yogyakarta 14 Desember

Setelah kenduri selesai, acara dilanjut dengan menampilkan kesenian daerah seperti kirab, jatilan, doger, hingga reog ponorogo. Kemudian di malam hari acara ini ditutup dengan kesenian wayang kulit. (Arfi Ninda Anggraeni)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#masih lestari #rasulan #Tradisi Rasulan #bersih desa #Gunungkidul #ungkapan rasa syukur #hasil panen