PURWOREJO - Kabupaten Purworejo kini resmi memiliki paguyuban bagi para pelaku seni yautu Paguyuban Pelaku Seni Purworejo (PPSP). Paguyuban tersebut menjadi wadah bagi pelaku seni untuk pengembangan seni di Kabupaten Purworejo.
Paguyuban tersebut resmi dikukuhkan oleh Bupati Purworejo pada Kamis (19/9) malam. Paguyuban tersebut dinahkodai oleh Imam Tasdiq sebagai ketua PPSP. "Terbentuknya paguyuban ini bisa menjadi wadah para pelaku seni mengingat selama ini Kabupaten Purworejo belum memiliki paguyuban yang bisa mewadahi para pelaku seni," ujarnya Kamis (19/9) malam.
Dia mengatakan, paguyuban tersebut sebenernya sudah dibentuk sejak 22 Juni 2024 lalu. Namun, baru dikukuhkan dan diresmikan oleh Bupati Purworejo pada Kamis (19/9). "Kami siap untuk melaksanakan instruksi dari bupati untuk menjalankan paguyuban ini," tegas dia.
Baca Juga: Tangkal Provokasi SARA Jelang Pilkada 2024, Polres Bantul Lakukan Cooling System
Sementara, Bupati Purworejo Yuli Hastuti berharap, dengan adanya paguyuban atau organisasi itu mampu menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk berkontribusi bagi pengembangan seni di Kabupaten Purworejo. "Purworejo ini punya kaya akan budaya dan seni mulai dari seni tari, musik, teater, hingga seni rupa," tuturnya.
Bahkan, Kabupaten Purworejo juga telah banyak melahirkan karya dan pelaku seni yang berkontribusi dalam memperkaya khasanah budaya daerah. "Keberadaan pelaku seni sangatlah penting dalam menjaga identitas budaya kita," sebut dia.
Menurut Yuli, seni merupakan cermin dari peradaban. Melalui seni, dapat menyampaikan pesan-pesan moral, mengedukasi masyarakat, serta mengangkat citra daerah di tingkat nasional maupun internasional. "Kami berharap, paguyuban ini dapat terus mengupayakan agar seni di Purworejo terus berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah, baik dari sisi ekonomi kreatif maupun dalam memupuk rasa cinta tanah air.
Selain itu, para pelaku seni dapat menjadi motor penggerak dalam melahirkan inovasi-inovasi di bidang seni. Pun, menjadi jembatan antara seniman dan masyarakat sehingga seni tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga inspirasi dan pemersatu bagi seluruh elemen masyarakat. (han)
Editor : Heru Pratomo