Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menelusuri Keunikan Mahar Adat Bugis: Simbol, Fungsi, dan Signifikansi dalam Upacara Pernikahan

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 12 September 2024 | 16:49 WIB
Ilustrasi adat bugis.
Ilustrasi adat bugis.

RADAR JOGJA - Pernikahan adat Bugis merupakan perayaan yang penuh makna dan simbolisme, termasuk mahar.

Mahar dalam konteks budaya Bugis bukan sekedar hadiah berharga yang diberikan oleh calon mempelai pria kepada calon mempelai wanitanya.

Mahar tradisional Bugis mempunyai nilai sejarah, sosial dan budaya yang mendalam serta mencerminkan nilai dan sistem kepercayaan masyarakat Bugis.

Mahar adat Bugis, yang sering disebut sebagai sompa, memiliki simbolisme yang kaya.

Selain sebagai tanda keseriusan pria dalam melamar, sompa juga melambangkan harga diri keluarga.

kemudian tanggung jawab pria dan Keseimbangan Kosmik atau konsep harmoni antara berbagai elemen dalam kehidupan, baik di dunia manusia maupun dalam hubungan dengan alam semesta.

Perhiasan emas yang sering dijadikan sompa melambangkan keindahan dan kemuliaan, sementara tanah atau properti melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Mahar dalam budaya Bugis bisa beragam, mulai dari perhiasan, uang tunai, hingga barang-barang yang memiliki nilai sentimental.

Bentuk mahar ini bisa berbeda-beda tergantung pada adat lokal, status sosial keluarga, dan kesepakatan antara mempelai pria dan wanita.

Fungsi mahar atau sompa dalam masyarakat adalah pengikat perjanjian, modal awal rumah tangga dan pembina antara keluarga.

Dalam upacara pernikahan adat Bugis, sompa memiliki peran yang sangat sentral.

Baca Juga: Sama-Sama Datangi Kantor Gubernur DIY, Suara Pedagang Teras Malioboro 2 Terbelah soal Relokasi

Prosesi penyerahan sompa biasanya dilakukan pada saat akad nikah dan menjadi momen yang paling dinantikan.

Sompa juga menjadi bagian dari seserahan yang diberikan oleh keluarga pria kepada keluarga wanita.

Seiring berjalannya waktu, nilai-nilai tradisional yang terkait dengan Sompa mulai dipertanyakan.

Ada pula yang berpendapat bahwa sompa dapat menjadi beban keluarga laki-laki dan menimbulkan persaingan tidak sehat.

Namun sebagian besar suku Bugis masih mempertahankan tradisi Sompa sebagai bagian dari identitas budayanya.

Mahar adat Bugis adalah warisan budaya yang sangat berharga.

Melalui sompa, kita dapat memahami nilai-nilai luhur masyarakat Bugis, seperti gotong royong, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap leluhur.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, tradisi sompa diharapkan dapat terus lestari dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. (Selvina Diana Agustina) 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Budaya #pernikahan #mahar #makna #adat bugis #simbolis