Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengapa Orang Sunda Sulit Mengucapkan Huruf F dan V? Sebuah Fenomena yang Menjadi Keunikan dan Ciri Khas Tersendiri dari Orang Sunda

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 10 Agustus 2024 | 01:31 WIB
Jalan Asia Afrika Bandung Jawa Barat.   (Pinterest)
Jalan Asia Afrika Bandung Jawa Barat. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO-Bagi penutur bahasa Sunda, melafalkan huruf F dan V seringkali menjadi tantangan tersendiri. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan orang Sunda kesulitan mengucapkan huruf tersebut?

Orang Sunda seringkali menggunakan kosa kata yang mengandung huruf F namun diungkapkan menjadi huruf P, seperti film menjadi pilm, parfum menjadi parpum, maaf menjadi maap. Sama halnya dengan huruf V yang diungkapkan menjadi huruf P, seperti november menjadi nopember, vanila menjadi panila, vaksin menjadi paksin. 

Sebagian orang sudah bisa dengan mudah mengidentifikasi orang sunda melalui logat berbicara atau kosakata F dan V yang sulit diucapkan, hal itu menjadi keunikan dan ciri khas tersendiri dari orang Sunda.

Berikut beberapa alasan mengapa orang Sunda sulit mengucapkan huruf F dan V:

1. Sejarah Aksara Sunda

Salah satu faktor utama adalah sejarah aksara Sunda sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam aksara Sunda kuno yang dikenal sebagai Kaganga, tidak ditemukan huruf F maupun huruf V. Namun huruf yang ada adalah P. Akibatnya, lidah dan mulut orang Sunda secara alami tidak terlatih untuk membentuk bunyi F dan V sehingga untuk mengganti keduanya tetap menggunakan huruf P, kebiasaan itu terbawa hingga saat ini. 

2. Pengaruh Lingkungan dan Bahasa Sekitar

Faktor lingkungan dan bahasa sekitar juga turut berperan. Bahasa Sunda yang digunakan sehari-hari memiliki karakteristik bunyi yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Konsonan seperti F dan V memang kurang umum ditemukan dalam kosakata sehari-hari bahasa Sunda.

3. Faktor Psikologis

Selain faktor linguistik, faktor psikologis juga perlu diperhatikan. Sejak kecil orang Sunda terbiasa mendengar dan mengucapkan kata-kata tanpa huruf F dan V. Ketika mencoba mengucapkan kata yang mengandung huruf F ataupun V, seringkali tidak sadar atau bahkan muncul rasa canggung bahkan lucu. Hal ini kemudian menjadi semacam hambatan psikologis. 

4. Keunikan lain 

Selain huruf F dan V, ada satu huruf lain yang sulit diucapkan oleh orang Sunda yaitu Z. Huruf Z juga seringkali mengalami pergeseran bunyi ketika diucapkan seringkali menjadi J. Misalnya Zebra menjadi Jebra, Pizza menjadi Pijja. 

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada kata-kata serapan dari bahasa asing, tetapi juga pada nama-nama orang Sunda yang mengandung huruf F, V dan Z. 

Kesulitan orang Sunda dalam mengucapkan huruf F, V ataupun Z adalah sebuah fenomena menarik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sejarah aksara Sunda, lingkungan bahasa, hingga faktor psikologis. 

Meskipun demikian, hal ini tidak mengurangi kekayaan dan keindahan bahasa Sunda. Justru, fenomena ini menjadi salah satu ciri khas yang membedakan bahasa Sunda dengan bahasa daerah lainnya.***

(Novianti Fitri Nadilah)

Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#orang sunda #orang sunda huruf f #Bahasa #bahasa sunda