Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Ragam Pakaian Adat Jogja: Keindahan dan Makna di Balik Busana Tradisional Warisan Budaya yang Tetap Lestari, Ada Surjan Hingga Sabukwala

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 11 Juli 2024 | 21:53 WIB
Mengenal Ragam Pakaian Adat Yogyakarta.
Mengenal Ragam Pakaian Adat Yogyakarta.

RADAR JOGJA - Sebagai kota yang kaya akan budaya, Yogyakarta, yang juga dikenal sebagai kota pelajar, masih menjaga tradisi pakaian adatnya, salah satu peninggalan sejarah Indonesia.

Tidak hanya kebaya, Jogja memiliki banyak pakaian adat dengan tampilan dan keunikan yang berbeda.

Masing-masing pakaian memiliki filosofi tersendiri, melambangkan ketegasan dan kelembutan.

Berikut adalah beberapa jenis pakaian adat dari Yogyakarta:

1. Surjan

Surjan adalah pakaian adat yang sering dikenakan oleh pria di Yogyakarta. Modelnya mirip dengan kemeja panjang bermotif garis lurus dan berkerah tegak.

2. Pinjung

Pinjung berupa kain yang digunakan untuk menutupi sebagian dada dan sering dipadukan dengan kemben. Pakaian ini dilengkapi dengan aksesoris seperti kalung, gelang, dan anting.

3. Pranakan

Pakaian tradisional ini sering digunakan oleh abdi dalem keraton. Berwarna biru tua dan hitam dengan garis telupat (telu papat), pakaian ini memiliki 6 kancing di leher melambangkan rukun iman dan 5 kancing di ujung lengan melambangkan rukun Islam.

4. Janggan

Pakaian adat ini dikenakan oleh wanita dalam keraton saat melakukan kegiatan. Modelnya mirip surjan dengan kancing hingga menutup leher. Janggan berarti leher, menggambarkan kesucian dan keindahan wanita.

5. Baju Ageng

Pakaian adat ini biasa digunakan oleh pejabat keraton saat bertugas. Atasannya mirip jas laken berwarna hitam dengan motif keemasan, sementara bawahannya menggunakan celana kain hitam yang dililitkan batik.

6. Sabukwala

Sabukwala adalah pakaian adat khusus untuk anak perempuan saat upacara adat tetesan (sunat perempuan).

Terbuat dari kain batik bermotif parang dan bulatan, dilengkapi dengan baju katun, aksesoris kalung susun, gelang kana, dan rambut yang disanggul.

Meskipun zaman semakin modern, penting bagi kita untuk tetap melestarikan kebudayaan Indonesia, termasuk pakaian adat Yogyakarta yang penuh makna dan keindahan ini. (Tastabila Maika Warditya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kota pelajar #busana tradisional #Yogyakarta #filosofi #Tetap Lestari #Warisan Budaya #peninggalan sejarah Indonesia #Mengenal #Mengenal Ragam Pakaian Adat Jogja #tradisi pakaian adat #jenis pakaian adat