Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komunitas KTP Berusia 17 Tahun, Tantangan Menjaga Eksistensi karena Milenial Lebih Kenal Teater Modern, Ketoprak Mulai Ditinggalkan

Jihan Aron Vahera • Rabu, 19 Juni 2024 | 06:45 WIB
Acara ulang tahun KTP ke-17 yang dirayakan dengan cukup sederhana pada Sabtu (15/6) lalu.
Acara ulang tahun KTP ke-17 yang dirayakan dengan cukup sederhana pada Sabtu (15/6) lalu.

RADAR JOGJA - Di 2024 ini, Komunitas Teater Purworejo (KTP) kini sudah berusia 17 tahun. Yakni, tepat pada 15 Juni 2024 lalu.  Komunitas tersebut diharapkan menjadi rumah bagi para seniman Purworejo bukan hanya pecinta teater saja.

 

Ingkung ayam komplet dengan nasi tumpeng jadi penanda ulang tahun KTP. Tepat berusia 17 tahun, KTP pun memiliki legalitas. Sudah diakui Dinas Kebudayaan Purworejo.

Ketua KTP Achmad Fajar Chalik mengatakan, di usia ke-17 ini menjadi momentum istimewa bagi anggota KTP. Menurutnya, setelah disahkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Purworejo pada pada 31 Desember 2007 lalu, KTP telah melalui banyak dinamika.

Baca Juga: Cuti Bersama Idul Adha, Kunjungan Wisatawan di Bantul Relatif Stagnan, Pelancong Lebih Memilih Merayakan Dibanding Liburan

Pada 2016,  KTP juga resmi mendapatkan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM. Legalitas tersebut menjadikan anggota KTP terus semangat dalam berkarya dan mengenalkan seni teater kepada masyarakat khususnya Kabupaten Purworejo.

Achmad menyebut, anggota KTP berasal dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Menurutnya, menjaga eksistensi KTP butuh semangat dari anggota terhadap komunitas.

Meski banyak keterbatasan, KTP tetap eksis berkarya dengan dukungan swadana. Puluhan produksi teater telah sukses digelar baik di dalam maupun luar Purworejo. "Sering mengadakan acara kesenian juga baik bagi pelajar dan masyarakat umum," ujar dia Selasa (18/6).

Baca Juga: Ditabrak Mobil di Jalan Magelang, Anggota DPRD Terpilih di Papua Meninggal di Tempat

Achmad menambahkan, perkembangan teater di Kabupaten Purworejo mengalami pasang surut. Saat ini, teater modern sudah mulai banyak dikenal oleh masyarakat. Sedangkan, teater tradisional seperti Ketoprak semakin ditinggalkan generasi milenial. Padahal, seni peran tersebut menarik dan edukatif bagi generasi muda.

Dia berharap, komunitas KTP ke depan dapat terus eksis. "Menjadikan KTP sebagai rumah bagi seniman dari berbagai komunitas bukan hanya bagi pecinta teater saja," ungkapnya.

Diketahui, di usia ke 17 tahun tersebut ditandai dengan peluncuran novel berjudul Prahara Bumi Bagelen karya Makhasin, yaitu seorang senior KTP sekaligus anggota Komite Teater Dewan Kesenian Purworejo (DKP) pada Sabtu (15/6). Peluncuran novel tersebut menunjukkan bahwa KTP juga memberikan perhatian terhadap perkembangan literasi. (pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#17 tahun #KTP #komunitas #teater #Purworejo