RADAR JOGJA - Dalam rangka mempertahankan tradisi turun-temurun, warga Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari menggelar rasulan atau bersih desa, Senin (13/5) siang.
Kegiatan bersih desa atau rasulan itu dilaksanakan setiap Senin Kliwon sesuai dengan penanggalan Jawa yang dimeriahkan dengan kegiatan kesenian asli daerah setempat dan kirab budaya di balai Kalurahan Baleharjo.
Lurah Baleharjo Agus Sulistiyo mengatakan, warga dari empat padukuhan terlibat dalam tradisi rasulan itu di antaranya, Padukuhan Wukirsari, Mulyosari, Rejosari dan Purwosari.
Baca Juga: Warga Gunungkidul Pertahankan Adat Rasulan
"Dengan tema Baleharjo Ayem Tentram yang sekaligus diharapkan dapat diimpelementasikan dalam kehidupan masyarakat," ujar Agus kepada awak media.
Sedangkan, kegiatan Kirab Budaya telah digelar pada Minggu (12/5) kemarin. Menurutnya, tradisi rasulan sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta ikut menghadiri kegiatan rasulan yang digelar di Balai Kalurahan Baleharjo. Orang nomor satu di Gunungkidul itu juga turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan masyarakat setempat.
"Meskipun berada di tengah kota Wonosari, masyarakat Baleharjo dapat konsisten mempertahankan tradisi dan kebudayaan Bumi Handayani," ujar Sunaryanta.
Bersih desa atau rasulan itu, menurut Sunaryanta, menjadi wadah berkumpulnya masyarakat serta momentum menjaga kebersamaan. Diharapkan warga setempat dapat merawat tradisi di Kabupaten Gunungkidul.
"Nuansa kebersamaan sangat terlihat, masyarakat bergotong-royong dalam melaksankan tradisi rasulan ini," tuturnya.
Tentunya, kata Sunaryanta, tradisi rasulan dapat terus terlaksana setiap tahunnya. Budaya yang tetap dilestarikan ditengah masyarakat yang heterogen akan mempu menjadi perekat perbedaan yang ada.
"Dari masyarakat kota seperti ini biasanya pengaruh budaya akan muncul dengan tradisi budaya semua dapat melebur menjadi satu," pungkasnya. (ndi)