Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengenalan Buku Negarawan Pejuang dan Pejuang Negarawan, Catatan Sejarah KGPAA Paku Alam VIII sebagai Pahlawan Nasional

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 7 Februari 2024 | 22:42 WIB

 

pengenalan buku KGPAA Paku Alam VIII "Negarawan Pejuang dan Pejuang Negarawan" di Kepatihan Pura Pakualaman, Kota Jogja, kemarin (6/2).
pengenalan buku KGPAA Paku Alam VIII "Negarawan Pejuang dan Pejuang Negarawan" di Kepatihan Pura Pakualaman, Kota Jogja, kemarin (6/2).
RADAR JOGJA - Pengenalan buku berjudul "KGPAA Paku Alam VIII, Negarawan Pejuang dan Pejuang Negarawan" sukses diselenggarakan di Kagungan Dalem Kepatihan, Pura Pakualaman, Selasa malam (6/2).

Buku itu berangkat dari naskah akademik (NA) pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KGPAA Paku Alam VIII dan diperkaya lebih banyak data oleh tim penulis. 

Dalam acara ini, turut hadir beberapa tokoh di DIJ seperti GKR Mangkubumi, GKR Hayu dan GBPH Prabukusumo.

Selain itu ada Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti dan sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Djoko Suryo.

Sementara dari pihak keluarga Kadipaten Pakualaman tampak GKBRAy Paku Alam X dan putra pertamanya BPH Kusumo Bimantoro.

Sambutan disampaikan KPH Indrokusumo mewakili keluarga Pakualaman. 

"Mewakili keluarga saya menghaturkan terima kasih kepada tim penyusun yang dengan jerih payahnya selesai menerbitkan buku ini," ujarnya. 

Ia berharap buku itu bisa menambah inspirasi dan menjadi teladan bagi generasi mendatang perihal pengabdian untuk nusa dan bangsa.

Buku itu menggambarkan bagaimana peran Paku Alam VIII ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Usaha tersebut untuk mencapai tujuan negara Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur," tuturnya. 

Sementara itu salah seorang tim penulis buku, KMT Widyo Hadiprojo menyampaikan, judul buku itu diilhami dari kebijakan Paku Alam VIII dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin yang sesuai falsafah sestradi.

Saat negara memerlukan dharmabaktinya Paku Alam VIII secara tulus mengesampingkan urusan pribadi,  keluarga dan Kadipaten Pakualaman. 

"Falsafah sestradi berwatak narima (ikhlas), temen (bersungguh-sungguh), sura (berani), prawira (perwira), guna (pandai) dan prayitna (waspada dan berpandangan ke depan.

Beliau mendambakan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas, sesuai dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia," ungkapnya. 

Buku itu disusun secara kronologis menggunakan periode politik berdasarkan dokumen sejarah. Paku Alam VIII dihadirkan seturut periode politik yang menjadi latar perjuangannya.

Tim penulis buku terdiri atas enam orang penulis yakni Baha Uddin, Mutiah Amini, Sudibyo, Sri Ratna Saktimulya, Haryadi, dan Darto Harnoko. 

Acara ditutup dengan penyerahan buku secara simbolis dari penulis kepada perwakilan Kadipaten Pakualaman, KPH Indrokusumo.

Sebaliknya sebagai ucapan terima kasih dan kenang-kenangan, KPH Indrokusumo memberikan buku tersebut kepada seluruh tim penulis.

 

Editor : Bahana.
#buku #KGPAA Paku Alam VIII