RADAR JOGJA - Setelah mengalami kendala perizinan penyelenggaraan pementasan "Musuh Bebuyutan" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Desember 2023 lalu, kini lakon tersebut diboyong ke Jogja. Pentas tersebut akan digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Halaman gedung TBY selepas magrib sudah dipenuhi oleh kendaraan parkir Selasa (23/1). Terlihat orang mengantre guna melakukan registrasi ulang tiket untuk masuk menonton gelaran lakon “Musuh Bebuyutan”.
Gedung Concert Hall TBY bagian dalam sudah dipenuhi oleh ratusan orang yang telah menduduki bangkunya masing-masing. Tak hanya di bangku, Bagian apron panggung, kerumunan penonton duduk lesehan setia menunggu terbukanya tirai sebagai tanda pementasan dimulai.
Sebelum tirai dibuka, Butet Kartaredjasa menyampaikan mukadimah singkat yang berisi perjalanan Program Indonesia Kita melakukan pementasan keliling di sejumlah Kota di Indonesia. Selain itu, Butet juga menyampaikan bahwa pementasan Musuh Bebuyutan merupakan cara untuk menghayati ke Indonesiaan dengan jalan kebudayaan.
"Tempo hari saat di Jakarta (Tim Program Indonesia Kita) mendapat hiburan diintimidasi polisi, tetapi hari ini aman sentosa. Sejak tiga Minggu yang lalu Polda Jogja sudah memberikan izin, itu bukti Jogja memang Istimewa. asemik!" ujar Butet Kartaredjasa saat membuka pementasan.
Dia mengajak bisa menghayati Indonesia dari jalan politik, jalan hukum atau apapun. “Tetapi kami memilih Indonesia Kita sebagai rumah bersama yang berlandaskan kekuatan seni dan kebudayaan sehingga kita tetap merasa sebagai Indonesia," jelas Butet."Semangat kami adalah membangun kerukunan, siapapun bisa hadir menikmati ibadah (pementasan) ini.”
Selanjutnya, setelah tirai dibuka, penonton akan disuguhkan dengan setting artistik dua bangunan rumah perkampungan dengan gambaran rumah dinding tembok dan rumah berdinding kayu. Hingar bingar lampu panggung seirama dengan lantunan musik mengiringi para penari dengan riang gembira.
Para penari menggunakan kostum yang menggambarkan kesederhanaan seperti masyarakat dalam suatu perkampungan. Beberapa kostum yang identik dengan pekerjaan masyarakat perkampungan juga memperjelas bahwa setting tempat dalam lakon tersebut adalah disebuah perkampungan.
Pementasan tersebut merupakan pementasan ke-42 yang diselenggarakan oleh Indonesia Kita. Sejumlah aktor ternama Indonesia terlihat dalam susunan pemain salam pementasan. Nama-nama tersebut diantaranya, Butet Kertaredjasa, Inaya Wahid, Oppie Andaresta, Cak Lontong, Susilo Nugroho, Marwoto dan banyak lainya.
Lakon ini merupakan cermin akan situasi yang nyata terjadi di kehidupan masyarakat. “Hubungan bertetangga bisa menjadi runyam ketika para elit politik mulai saling serang di dalam kampanye-kampanyenya termasuk saat perdebatan di layar kaca," ujar sutradara pementasan lakon Musuh Bebuyutan, Agus Noor kepada Media.
Butet menambahkan dengan memboyong pementasan tersebut ke Jogja, pemain diharapkan akan bermain secara total tanpa penuh kekhawatiran seperti yang sempat dialami dalam pementasan di Jakarta.
Indonesia Kita, kata dia, sudah mengalami pementasan yang melalui siklus pemilihan kepala negara selama beberapa putaran, dari sejak masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
“Namun baru pementasan kemarin itulah, kami harus melalui proses perizinan yang tidak biasa," ujarnya.
Dengan memboyong “Musuh Bebuyutan” ke Jogja, seluruh tim Indonesia Kita, berharap tidak lagi mengalami prosedur berbelit yang seolah-olah menghambat ekspresi kebudayaan. “Kami para seniman dan budayawan juga ingin ikut terlibat mempersiapkan pentas demokrasi yang akan kita jalani bersama, dengan cara kami sendiri tentunya yaitu dengan berkesenian,” tandasnya. (pra)
Editor : Heru Pratomo