RADAR JOGJA - Pose sikap ngapurancang Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menghebohkan warganet dan jagad media sosial.
Dalam foto HB X terlihat bersikap ngapurancang. Namun warganet memaknai lain karena adanya tiga jari yang dianggap kode dukungan ke paslon nomor urut tiga.
Namun HB X membantah pose tersebut adalah dukungan dan hanya sekadar pose ngapurancang biasa.
Berbicara ngapurancang, pose ini bukanlah hal baru dalam adat budaya Jawa. Pose ini memiliki makna menghargai, rendah hati dan hormat terhadap lawan bicara.
Ngapurancang juga merupakan salah satu dari lima simbol gerak tangan dalam adat budaya Jawa.
Berikut adalah lima simbol gerak tangan dalam adat Jawa :
Jawat Asta
Jawat asta merupakan sikap diri yang mendapatkan pengaruh Budhiisme.
Sikap ini bermakna tidak mengenal kasta seiring dengan pemahaman keyakinan Buddha yang mendukung paham kesetaraan, dan menganjurkan untuk merenung atau kontemplatif.
Jawat asta sendiri adalah bahasa Jawa yang berarti saling berjabat tangan.
Sikap ini menunjukan ada unsur kesetaraan kedua belah pihak dalam jawat asta.
Ngapurancang
Sikap ngapurancang, posisi tangan ini menunjukkan hormat terhadap lawan bicara, rendah hati, mau mendengarkan aspirasi pihak lain.
Ngapurancang ditunjukan dengan memegang tangan di depan badan.
Sikap ini terbagi dua macam, yakni ngapurancang inggil yakni tangan kanan memegang tangan kiri di bawah pusar dan ngapurancang andhap yakni sebaliknya, tangan kiri memegang tangan kanan di bawah pusar.
Kedua ngapurancang ini memiliki makna yang berbeda.
Ngapurancang inggil menunjukkan kewibawaan, sedangkan ngapurancang andhap menunjukkan posisi tahu diri akan posisinya.
Sembat Asta
Gerak tangan ketiga adalah sembah asta. Sikap ini ditunjukan dengan menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada.
Posisi ini menunjukkan sikap rendah hati, ketundukan dan pengakuan bahwa lawan bicara memiliki posisi lebih tinggi.
Walau begitu, orang yang melakukan sikap sembat asta ini bersifat sukarela dan tidak ada unsur paksaan.
Asta Lukar
Posisi sikap tangan yang keempat adalah asta lukar. Sikap tangan ini ditunjukkan dengan sikap berbicara dengan tangan lepas.
Asta Lukar memiliki makna dan menunjukan sikap akrab antara kedua belah pihak yang saling bertemu atau berhadapan.
Makanya berupa saling memahami dan mengerti.
Asta Pinentang
Sikap terakhir asta pinentang yang menunjukkan sikap gagah berani, tanggung jawab, penuh kehormatan dan sikap ksatria.
Diperlihatkan dengan posisi tangan yang berada di samping pinggang. Posenya juga lepas namun tetap menunjukan rasa hormat kepada lawan bicaranya.
Editor : Bahana.