Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nabila melalui NDJ Batik, Tonjolkan Motif Jogja, Manfaatkan Sisa Kain Jadi Produk Lain

Fahmi Fahriza • Kamis, 14 September 2023 | 14:25 WIB
MENDESAIN SENDIRI: Owner NDJ batik Nabila Nur Dwijayanti menunjukkan koleksi produk-produk hasil desainnya.Fahmi Fahriza/Radar Jogja
MENDESAIN SENDIRI: Owner NDJ batik Nabila Nur Dwijayanti menunjukkan koleksi produk-produk hasil desainnya.Fahmi Fahriza/Radar Jogja

RADAR JOGJA - Kecintaan terhadap kain dan turunannya seperti batik, lurik hingga tenun, membuat Nabila Nur Dwijayanti menekuninya secara lebih mendalam. Hingga ia kemudian membuat usaha di bidang ini.

FAMI FAHRIZA, Jogja

Sejak 2018, Nabila mulai menjalankan bisnisnya yang ia beri nama NDJ Batik. "Iya, NDJ itu memang diambil dari singkatan nama aku," jelas perempuan 24 tahun ini kepada Radar Jogja Rabu (13/9).


Nabila menyebut, selain memang suka terhadap kain ia juga sudah berkelindan dengan sektor usaha sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. "Saat SD itu bisnis kecil-kecilan, kayak kaos kaki, terus buat lukisan di talenan. Tapi ini baru benar-benar fokus di NDJ," tambahnya.


Sebelum benar-benar fokus menjalankan usahanya, Nabila memulai dengan iseng membuat baju yang dipakainya sendiri. "Ternyata temen-temen suka dan ada pesan. Lalu dari situ mulai dikembangkan secara serius," terangnya.


Dalam prosesnya, Nabila banyak mendesain batik sesuai dengan motif-motif yang relevan dengan anak muda. Ia ingin membranding NDJ sebagai pakaian yang bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.


Ada mindset yang juga ingin diubahnya, bahwa tenun batik atau lurik tidak hanya digunakan untuk acara formal. "Saya buat mix and match desainnya, agar relevan dengan anak muda dan bisa digunakan daily wear," bebernya.


NDJ sendiri diakuinya banyak menonjolkan motif khas Jogjakarta seperti kawung, parang hingga truntum. Ia juga memanfaatkan kembali sisa kainnya untuk diolah menjadi ragam aksesoris lain.
"NDJ pengennya zero waste fashion. Sisa kain dimanfaatkan jadi produk-produk lain seperti topi, bandana, dompet, dan gelang," ungkapnya.


Untuk produk-produknya ia mematok dengan harga yang bervariasi. Mengingat cukup banyak turunan produk yang dihasilkan, mulai dari outer, baju, kimono, dress, celana, rok hingga ragam aksesoris.


"Untuk harga pakaian mulai Rp 100 ribu sampai Rp 400 ribu. Aksesoris Rp 15 ribu sampai Rp 150 ribuan," ujarnya.
Menyoal distribusi saat ini, NDJ ada toko offline di bilangan Jalan Wahid Hasyim dan juga bekerjasama dengan beberapa toko merchandise.


Ke depan Nabila ingin mengoptimalkan penjualan pada sektor online karena disebutnya belum cukup maksimal dan sebanding dengan penjualan offline. (laz)

Editor : Satria Pradika
#Batik #lurik #NDJ Batik