Musik, menurutnya adalah tempat yang nyaman untuk bercerita. Mulai dari rasa kecewa, sedih, marah hingga senang mampu menginspirasi setiap karya. Inipula yang tercermin dalam salah satu karyanya yang berjudul Loneliness.
"Jawabannya simpel, because music the part of my life karena Putri suka musik, music is my passion, music is my life karena musik seolah berbicara dan musik berbicara kepada Putri dan dengar perasaan Putri dan itu Putri merasa yes music is part of my life," jelasnya saat ditemui di SMM Jogjakarta, Minggu (11/6).
Putri mengaku mengenal musik sejak usia 2 tahun. Didapatkan secara otodidak dengan didampingi kedua orangtuanya, Ismawan Kurnianto dan Reni Alfianty. Hingga akhirnya namanya muncul dalam Indonesia's Got Talent 2014.
Tak hanya Loneliness, Putri juga memiliki banyak karya. Sebut saja lagu yang berjudul Untuk Ayah, Perih, Kaulah Selalu Ada, Banyak Makna Cinta, Menantimu Kembali dan Kamu Lagi. Semuanya terangkum dalam sebuah album musik milik Putri Ariani.
"Belajar vocal otodidak, piano juga otodidak di sekolah (SMM Jogjakarta) cuma flute. Serius mulai dari umur 8 tahun saat Indonesia's Got Talent tapi bisa (menyanyi) dari umur 2 tahun. Semua berperan ayah dan ibu," katanya.
Putri merasa saat ini adalah titik balik baginya. Siswi kelas XI SMM Jogjakarta ini ingin mengejar mimpi-mimpinya. Terutama untuk terus berkarya dengan karya-karya musik miliknya.
Saat ditanya bermusik internasional, Putri mengamini. Namun dia ingin prosesnya mengalir. Ini karena mimpinya untuk bermusik di tanah air juga sangatlah tinggi.
"Ingin berkarya di dunia, dalam negeri juga luar negeri juga. Ini titik balik, karena selama Putri berkarir dalam bermusik, apresiasi sebesar ini baru sekarang dan ini luar biasa dan semuanya Alhamdulillah," ujarnya.
Kedepannya, Putri juga memiliki cita-cita bersekolah di Julliard Music School Amerika. Ingin mendalami ilmu dan teknik dalam bermusik. Sehingga kemampuannya dalam berkarya musik akan terus meningkat.
Untuk aktivitas belajar saat ini, Putri memastikan tidak ketinggalan pelajaran. Dia berterimakasih karena para guru dan teman-temannya mendukung total. Dengan terpaksa harus menjalani proses belajar mengajar secara daring.
"Kesulitan enggak karena pak Agus (Kepala SMM Jogjakarta) guru yang sangat support luar biasa. Kirim materi dan tugas dan soal jadi Putri tetap bisa belajar," katanya.
Mengakhiri perbincangan, Putri mendorong agar semua orang tetap terus bermimpi. Selanjutnya berani dan mau untuk mewujudkannya. Menurutnya mimpi adalah dasar yang penting termasuk bagi teman-teman dengan disabilitas.
"Jangan pernah takut untuk bermimpi dan meraihnya. Percayalah bahwa mimpi akan menjadi nyata," pesannya. (Dwi) Editor : Editor News