Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kita Berteman Sudah Lama, Potret 25 Tahun Reformasi

Editor News • Senin, 22 Mei 2023 | 07:54 WIB
ART : Karya-Karya pameran Kita Berteman Sudah Lama di Bentara Budaya Yogyakartaa, Sabtu malam (20/5). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
ART : Karya-Karya pameran Kita Berteman Sudah Lama di Bentara Budaya Yogyakartaa, Sabtu malam (20/5). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Bulan Mei 2023 adalah momentum penting memperingati 25 tahun Reformasi. Kilas balik sejarah merujuk pada 1998 ketika runtuhnya Orde Baru menuju tatanan baru. Reformasi berdiri sebagai aspirasi atas demokrasi, kemerdekaan berpendapat dan keadilan seutuhnya bagi seluruh rakyat Indonesia.

Semangat inilah yang diusung para seniman dalam pameran bertajuk Kita Berteman Sudah Lama. Ratusan karya tersaji di ruang pamer Bentara Budaya Yogyakarta (BBY). Pameran ini mengangkat tema 25 tahun Peristiwa Mei dan Reformasi 1998.

“Jadi selain di Jogjakarta pameran juga terselenggara di Jakarta. Fokusnya sama, tentang peringatan 25 Peristiwa Mei dan Reformasi 1998,” jelas General Manager Bentara Budaya Ilham Khoiri ditemui di BBY, Sabtu malam (20/5).

Terkhusus di Jopgjakarta, Bentara Budaya melibatkan para seniman perupa. Hadir dengan wujud pameran seni rupa dan pertunjukan seni. Selain itu peluncuran kembali buku-buku karya Sindhunata yang memaknai peristiwa Mei.

Ilham menuturkan pameran ini juga diniatkan sebagai perayaan persaudaraan. Wujud dari semangat kebersamaan dan kebebasan berekspresi. Tentunya pasca Reformasi pada 1988.

“Karya-karya bisa dinikmati hingga 25 Mei. Total seniman ada lebih dari 100 orang, tentu saja karya yang dipamerkan juga sekitar 100 lebih,” katanya.  

Dua pameran ini, lanjutnya, juga mengajak untuk ambil jeda sejenak. Berupa mometum renungan tentang arah perjalanan bangsa. Apakah sudah melaju di jalur yang tepat atau hanya berputar-putar. 

Peristiwa Mei dan Reformasi 1998, menurutnya merupakan satu tarikan keserentakan sejarah. Sehingga mampu mengubah perjalanan Republik Indonesia. Terlebih pasca runtuhnya rezim orde baru dibawah pemerintahan Presiden Soeharto.

“Kita perlu mensyukuri pencapaian yang didorong Reformasi 1998, seperti kebebasan berekspresi dan demokrasi. Namun, penting juga menyuarakan adanya sejumlah pekerjaan rumah yang belum beres, seperti pemberantasan korupsi, masih adanya aksi intoleransi, dan munculnya oligarkhi elite politik,” ujarnya.

Kurator Bentara Budaya Sindhunata menyebutkan bahwa program-program ini diniatkan untuk mengingat betapa mahalnya harga reformasi. Terbukti dengan sekian banyak mahasiswa dan rakyat yang menjadi korban. Bahkan meletusnya reformasi juga disertai dengan kerusuhan Mei.

Itulah mengapa peringatan ini hadir dalam wujud pameran seni rupa. Sebagai pemicu kreativitas dan sumbangan untuk hidup berbangsa. Digambarkan dengan tema karya dalam pameran yang bebas, sesuai dengan jiwa kebebasan sebagai cita-cita reformasi.

“Dan rangkuman dari kebebasan itu adalah makna Kita Berteman Sudah Lama. Semoga dengan rangkuman itu kita mempunyai bingkai kerja dan kreasi, kemana kita hendak menggambar nanti,” katanya. (dwi) Editor : Editor News
#Kita Berteman Sudah Lama #Peristiwa Mein 1998 #25 Tahun Reformasi #Bentara Budaya Yogyakarta