Acara diskusi ini memperingati 25 tahun Reformasi, Komunitas Utan Kayu, dan Penerbit KPG (Keperpustakaan Populer Gramedia) yang berkolaborasi untuk mengadakan acara Tur Buku. Acara Tur Buku ini diselenggarakan pada 11, 12, dan 15 Mei 2023 di Semarang dan Jogjakarta.
Dalam acara ini Komunitas Utan Kayu menggandeng Penerbit KPG dan Universitas Sanata Dharma. “Goenawan Mohamad lebih mengutamakan “bahasa puisi” dan “ambiguitas” dalam menyampaikan pokok gagasannya. Kegamblangan adalah suatu bentuk dan cara yang seolah dihindari oleh Goenawan Mohamad.
Gagasan ini terus Goenawan Mohamad pertahankan sejak dia muncul sebagai penyair dan intelektual pada era 1960-an. "Pertanyaannya adalah mengapa? Lalu, apakah ambiguitas dan “bahasa puisi” itu sendiri tidak membawa suatu nilai tertentu?," ujar Editor KPG Alpha Hambally, yang ikut menyunting buku Membaca Goenawan Mohamad bersama Ayu Utami.
Dalam acara ini, menghadirkan Dosen Ilmu Religi dan Budaya (IRB) Sanata Dharma ST. Sunardi dan Dosen Filsafat UGM Taufiqurrahman. Menurut ST. Sunardi, Goenawan Mohamad adalah sosok yang selalu muda dan kreatif dengan karya-karyanya. Dia menjelaskan, sosok Goenawan Mohamad bukan sosok yang profesional dalam filosofis.
"Saya perlu mengingatkan bahwa GM (Goenawan Mohamad) bukan pemikir secara profesional dan akademik, melainkan seorang yang berkesenian sedemikian rupa sampai melahirkan pemikiran filosofis," ujarnya. (*/om8/ila) Editor : Administrator