Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

6 Film Karya Sineas Jogjakarta Siap Maju Festival Nasional dan Internasional

Editor News • Sabtu, 11 Maret 2023 | 02:34 WIB
PERDANA : Gala Premier film karya Sineas Jogjakarta yang didanai dengan Danais di Empire XXI Jogjakarta, Jumat (10/3). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
PERDANA : Gala Premier film karya Sineas Jogjakarta yang didanai dengan Danais di Empire XXI Jogjakarta, Jumat (10/3). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Beragam upaya dilakukan untuk mendukung atmosfer perfilman di Jogjakarta. Upaya paling konsisten oleh Kundha Kabudayan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Berupa program pendanaan film para sineas muda yang berlangsung sejak 2010.

Dari program ini, total sudah ada 108 film yang dihasilkan. Seluruhnya hadir dengan beragam genre film. Mulai dari dokumenter hingga fiksi yang berlatarbelakangkan budaya khususnya di Jogjakarta.

“Untuk tahun ini kami luncurkan 6 film hasil kompetisi tahun 2022. Detilnya terdiri dari 2 film dokumenter dan 4 film fiksi,” jelas Kepala Kundha Kabudayan DIJ Dian Laksmi Pratiwi saat Gala Premier film di Empire XXI Jalan Laksda Urip Sumoharjo, Jumat sore (10/3).

Keenam film ini diantaranya Nginang Karo Ngilo dan Kanaka untuk genre dokumenter. Adapula Nyalawadi, Lebaran Dari Hongkong, Kala Nanti dan Piye Perasaanmu Nek Dadi Aku untuk kategori film fiksi.

Untuk produksinya, setiap film mendapatkan dana produksi sebesar Rp 180 Juta. Keenam film berhasil terpilih Dari total 57 proposal film yang masuk. Untuk kemudian, enam karya terbaik mendapatkan Dana Keistimewaan untuk mewujudkannya dalam sebuah film. 

“Selain itu dalam proses produksi juga didampingi oleh tim supervisi yang bertujuan mengawal dan membantu proses produksi mulai dari pra hingga pasca produksi,” katanya

Lebih lanjut, Dian ingin iklim perfilman di Jogjakarta terus tumbuh. Itulah mengapa pihaknya getol memberikan dukungan melalui Dana Keistimewaan. Harapannya dapat menjadi stimulus bagi para sienas muda di Jogjakarta. 

Dalam pendampingan, tetap ada standar minimal. Berupa kelayakan film agar bisa diputar di layar lebar atau bioskop. Sehingga film yang dihasilkan tidak sekadar proyek namun sebuah karya sinematografi yang layak tayang. 

"Target kita semakin banyak film maker muda asal Jogja yang terus berkarya dan mengeluarkan film-film kreatif serta konsisten. Kita akan dukung baik dari sisi pendanaan maupun pendampingan," ujarnya.

Terkait kepemilikan, karya film akan menjadi milik bersama. Dalam artian milik Kundha Kabudayan dan juga sutradara film. Sementara untuk distribusi film menjadi salah satu tanggungjawab Kundha Kabudayan.

Salah satu wujud tanggungjawab adalah mengikutkan dallam festival. Selama dua tahun pasca peluncuran, film tidak akan diluncurkan ke khalayak publik. Khususnya untuk kepentingan komersial. Film-film akan diikutkan dalam beragam festival film taraf nasional maupun internasional. 

“Kenapa seperti karena syarat ikut festival itu tidak pernah dipublikasikan sebelumnya. Baru setelah dua tahun film bisa diputar ke khalayak publik,” katanya. (dwi)  Editor : Editor News
#Kala Nanti #Film Danais #Nginang Karo Ngilo #Piye Perasaanmu Nek Dadi Aku #Kanaka #Kundha Kabudayan #Nyalawadi #Lebaran Dari Hongkong