Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lestarikan Kawasan Cagar Budaya, Disbud Kota Jogja Gelar Festival Jogja Kota

Editor News • Jumat, 2 Desember 2022 | 02:25 WIB
SERU : Jumpa pers di Kompleks Balai Kota Jogja terkait gelaran Festival Jogja Kota, Kamis (1/12). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
SERU : Jumpa pers di Kompleks Balai Kota Jogja terkait gelaran Festival Jogja Kota, Kamis (1/12). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Dinas Kebudayaan Kota Jogja kembali menyelenggaralan pagelaran bertajuk Festival Jogja Kota 2022. Ini merupakan gelaran yang bertujuan untuk menampilkan karakteristik dan keunikan sosio kultural di empat kawasan cagar budaya. Keempatnya adalah Kemantren Kotagede, Keraton, Pakualaman, Kotabaru.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menjelaskan nantinya beberapa kemantren akan berkolaborasi mewakili keempat kawasan cagar budaya. Kumpulan kemantren ini lantas dinamai jagongan.

"Setiap jagongan menampilkan seni pertunjukan yang unik dan merepresentasikan potensi di kawasan cagar budaya masing-masing," jelasnya saat jumpa pers di Kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (1/12).

Yetti menjelaskan Jagongan Kotagede akan diwakili oleh Kemantren Umbulharjo dan Kotagede, Jagongan Kotabaru akan diwakili oleh Gondokusuman, Jetis, dan Danurejan. Sementara Jagongan Keraton diwakili oleh penampilan dari Kemantren Keraton, Ngampilan, Wirobrajan, Mantrijeron, dan Gedongtengen. 

Untuk Jagongan Pakualaman diwakili oleh penampilan Kemantren Pakualaman, Gondomanan, dan Mergangsan. Penampilan yang disuguhkan beraneka ragam, mulai dari pagelaran musik kontemporer hingga pertunjukan teater.

"Festival Jogja Kota 2022 akan diselenggarakan di Embung Giwangan pada 2-4 Desember mendatang mulai pukul 15.00 WIB," katanya.

Tim Kreatif Festival Jogja Kota Paksi Raras Alit menjelaskan selain penampilan kebudayaan, akan ada juga booth produk unggulan di masing-masing jagongan. Mulai dari produk kuliner hingga produk kreatif bisa dibeli langsung oleh pengunjung. Selain itu, akan ada live cooking makanan khas di lokasi booth seperti live cooking apem dan serabi kocor.

Diharapkan pengunjung dapat merasakan pengalaman yang berbeda. Demo kerajinan seperti pembuatan blangkon hingga praktek kesenian jemparingan juga akan ditampilkan dan bisa dinikmati oleh pengunjung.

"Produk kuliner, live cooking, demo kerajinan tersebut bisa ditemukan pengunjung dalam booth-booth tiap jagongan yang di desain unik dengan istilah Warung Kota atau WARKOT," ujar Paksi.

Dia menambahkan proses perumusan ide memakan waktu hingga dua bulan. Bahkan pembahasan dilakukan berkali-kali untuk menciptakan ide yang baru dan menarik.

"Pembahasan dimulai dari dua bulan lalu. Melalui kegiatan ini diharapkan nantinya dapat melahirkan seniman-seniman baru di masing-masing kemantren," katanya. (isa/dwi) Editor : Editor News
#Dinas Kebudayaan Jogja #Paksi Raras Alit #Festival Kota Jogja 2022