Kedua, single debut mereka pun mencatatkan sejarah baru sebagai lagu yang menggabungkan K-Pop, J-Pop, dan Dangdut menjadi satu komposisi yang dahsyat.
“Mungkin di dunia ini jadi yang pertama ya, perlu dicek lagi. Dan barangkali juga akan jadi satu-satunya,” kata Teguh Sanjaya, kreator sebuah bertajuk We Can Be Winners, Selasa (1/11).
We Can Be Winners (wCBw) adalah sebuah gerakan yang berusaha memberi semangat kepada generasi muda. Khususnya yang terkena dampak pandemi melalui platform GoPlay selama setahun persis.
Dimulai pada November 2021 lalu dan kini kelima pemenangnya, Atha (23), Ji En (17), Nabila (20), Tasya (22th) dan Soo Jin (15). Kelimanya digabungkan menjadi sebuah girlband bernama SUN.
Menandai berakhirnya seluruh proses audisi wCBw 2022, SUN telah melakukan Showcase Debut di platform live streaming GoPlay pada pada Rabu (26/10). Berlanjut dengan meluncurkan single berjudul Shine.
Dihadiri oleh ribuan livestreamer GoPlay, single Shine juga diunggah di Youtube dan kini sudah ditonton oleh 11 ribu orang lebih. Yang unik dari single ‘Shine’ adalah lagu ini menggabungkan 3 genre sekaligus yakni K-Pop, J-Pop, dan Dangdut.
“Ini juga sejarah baru bagi lagu di Indonesia ya, gabungkan 3 genre jadi satu. Kita ingin tunjukkan bahwa dangdut itu setara dengan K-Pop dan J-Pop, dan kita kemas dalam musik yang bisa diterima semua kalangan,” kata Teguh yang sebelumnya sukses menelurkan girlband Cherrybelle ini.
Panjang lebar Teguh menjelaskan bahwa pilihan musik ‘Shine’ sempat membuat dirinya mendapat kritik dari inner circlenya. ‘Lu yakin ngeluarin kayak gitu?,’
Teguh bilang, emang ada beberapa hal yang mengkhawatirkan yakni market Indonesia selalu butuh pengulangan dalam sebuah lagu. Tapi Teguh yakin di dunia ini ada juga lagu yang tidak ada pengulangannya, yaitu Bohemian Rhapsody-nya Queen.
“Pernah ada kok yang begini. Saya yakin ini akan jadi sesuatu yang edan kalo 3 genre dijadikan satu dalam sebuah lagu. Era sekarang ini genre nggak bisa ditebak,” terang Teguh.
Sementara SUN, pun, mengaku kaget saat pertama mendengar komposisi ‘Shine.’ Yang mereka mengerti, sebuah lagi memiliki konsepnya sendiri tapi ‘Shine’ justru merangkum 3 genre jadi satu.
“Awalnya susah, tapi terbantu karena ada Atha yang sudah familiar dengan dangdut, workshop dan berprogres terus setiap harinya, akhirnya kita bisa membawakan lagu ini dengan karakter kita masing-masing. Kita juga bangga jadi girlband pertama yang punya terobosan buat mencoba hal gila ini,” kata Nabila.
Ji En menambahkan bahwa sesuatu pasti ada yang memulai. Bahwa kalau selanjutnya ada yang lebih berani mencoba mencampurkan beberapa genre seperti SUN, maka mereka akan merasa senang sekali.
“Lagu kita ini sebuah gebrakan baru di industri musik. Semoga ini menginspirasi anak muda Indonesia untuk mencintai kultur musik kita, dangdut,” jelas Ji En.
Teguh mengatakan di pekan ini SUN akan mengeluarkan video klip ‘Shine’ di platform Youtube. Dan tak lama lagi akan menggelar tur promo ke kota-kota di Jawa melalui jalur darat.
“Jogja jadi tujuan pertama setelah Bandung. Konsepnya sedang kita bikin, tunggu ya kawan-kawan di Jogja,” pungkas Teguh Sanjaya. (Obi/dwi) Editor : Editor News