Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sumakala, Pameran Akhir Tahun Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat 

Editor News • Selasa, 18 Oktober 2022 | 07:06 WIB
BUDAYA : Penghageng KHP Nitya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara menjelaskan detil pameran Sumakala yang akan dibuka 28 Oktober 2022 di Pagelaran Keraton Jogjakarta. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
BUDAYA : Penghageng KHP Nitya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara menjelaskan detil pameran Sumakala yang akan dibuka 28 Oktober 2022 di Pagelaran Keraton Jogjakarta. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menggelar pameran temporer. Kali ini bertajuk Sumakala yang dibuka pada 28 Oktober 2022. Fokusnya pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono III dan Sri Sultan Hamengku Buwono IV.

Penghageng KHP Nitya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara menuturkan Sumakala memiliki makna yang kuat. Menghadirkan era pemerintahan dua Raja sekaligus. Dengan pertimbangan keduanya memiliki masa pemerintahan yang relatif singkat.

"Mengedepankan penceritaan pasca peristiwa Geger Sepehi di bawah pemerintahan kedua Sultan tersebut mengalami saat-saat yang temaram," jelasnya saat jumpa pers di Ndalem Punokawan Kota Jogja, Senin (17/10).

Berbagai desakan politik dari Pemerintahan Inggris terhadap HB III, lanjutnya, berdampak pada ketidak-stabilan perekonomian. Ini karena seluruh biaya perang yang ditimbulkan dari gempuran Inggris harus ditanggung oleh karaton. Sosok HB III hanya bertahta selama dua tahun.

Sementara itu, kondisi carut marut tersebut harus disaksikan oleh GRM Ibnu Djarot. Sosok ini adalah putra mahkota yang masih belia. Setelah HB III meninggal dunia, otomatis GRM Ibnu Djarot bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono IV.

"Momentum ini upaya keraton untuk merekonstruksi ulang kisah-kisah Sultan terdahulu. Meskipun kedua Sultan, yakni Sultan ketiga dan Sultan keempat mengalami kondisi yang sulit," katanya.

Disatu sisi kedua Sultan ini tetap memiliki warisan budaya. Beberapa masih bisa lestari sampai sekarang. Seperti tari Bedhaya Durmakina, Babad Ngayogyakarta, maupun kereta kereta kebesaran dari masing-masing Raja.

Bendara menuturkan pameran ini menjadi tantangan tersendiri. Untuk mampu merekonstruksi kondisi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat pasca peristiwa Geger Sepehi pada 1812. Termasuk hilangnya sejumlah artefak akibat penjarahan.

"Disinilah kami mencoba membaca ulang sejarah semasa 1812-1822 dan mewujudkannya dalam bentuk visual. Kerja keratif ini dipilih menjadi media untuk menyelami pemerintahan Sultan ketiga dan Sultan keempat lebih mendalam," ujarnya.

Penyelenggaraan pameran akan dilaksanakan di Komplek Bangsal Pagelaran. Berbagai kegiatan pendukung pameran juga akan digelar. Seperti napak tilas kediaman putra mahkota, menjelajahi ruas penyerangan Geger Sepehi, hingga berbagai diskusi dan lokakarya.

"Kami juga menggandeng komunitas untuk bekerjasama dalam penyelenggaraan pameran. Dengan demikian, keterlibatan masyarakat dalam upaya melestarikan sejarah dan kebudayaan semakin luas," katanya. (Dwi) Editor : Editor News
#Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat #Pameran Sumakala #Pameran temporer #GKR Bendara