Ketua Penyelenggara Keroncong Plesiran Ari Sulistianto menuturkan konsep tahun ini adalah lebaran keroncongnya anak muda. Wujud suka cita para pecinta musik keroncong khususnya para generasi muda. Tak hanya dari sisi penonton tapi juga keterlibatan para musisi muda.
"Para musisi nasional ini kita tawarkan bernyanyi lagu keroncong, lalu lagu mereka diaransemen secara keroncong," jelasnya ditemui saat jumpa pers di Journey Coffee, Minggu (4/9).
Ari menuturkan even ini juga upaya melestarikan musik keroncong. Tentunya dengan kemasan masa kini. Hadirnya aransemen musik kekinian dengan instrumen-instrumen baru.
Perkembangan musik keroncong cenderung positif setiap tahunnya. Terbukti dengan pergerakan di Malang, Semarang, Solo dan Jogjakarta. Para musisi muda ini sudah bergeliat sejak tiga tahun terakhir.
"Efektif mengenalkan musim keroncong ke generasi muda. Tujuannya memang musik keroncong lebih memasyarakat lagi terutama di anak muda. Tiga tahun ini bagus dan ini menggembirakan," katanya.
Keroncong Plesiran sendiri diawali sejak 2018. Bermula di Bukit Lintang Sewu Mangunan, Bantul. Ditahun yang sama juga berlangsung di Tebing Breksi Prambanan. Saat itu jumlah penonton bisa tembus 25 ribu orang.
Berawal dari fakta ini, Ari dan tim optimis musik keroncong terus tumbuh. Tidak sekadar musik orangtua tapi juga anak muda. Dari yang awalnya pendengar hingga muncul grup-grup musik keroncong muda.
"Musik keroncong yang tadinya kesannya untuk ngamen sekarang hadir untuk pertunjukan dengan tiket. Pada 2019 itu penontonnya anak muda dan 75 persen dari luar Jogjakarta," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo pastikan jajarannya mendukung even ini. Terlebih saat ini Jogjakarta telah berstatus PPKM level 1. Artinya jumlah penonton bisa hadir 100 persen sesuai kapasitas tempat penyelenggaraan.
Singgih juga meminta panitia melibatkan masyarakat setempat. Berupa hadirnya potensi kearifan lokal. Salah satunya adalah potensi UMKM milik warga Nglangeran Gunungkidul.
"Disitu ada perkebunan cokelat dan produk terkenalnya cokelat Nglangeran. Lalu bisa menginap di homestay agar eksplore Nglangeran bisa lebih puas," katanya. (Dwi) Editor : Editor News