Sebelum membuat gamelan kaca di tahun 2015, Toni terlebih dahulu membuat wayang sampah. Pada saat itu munculah sebuah ide untuk membuat gamelan dari kaca.
"Awal mula adanya gamelan kaca ini, karena melihat banyak limbah kaca atau kaca yang tidak terpakai. Lalu gamelan karena untuk melestarikan juga," jelas Toni Konde, Sabtu (20/8).
Toni terbukti tidak pelit dalam membagikan ilmunya. Pada workshop yang diselenggarakan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ia bercerita seluruhnya. Mulai dari pengalaman dan cara membuat gamelan dari kaca.
"Dalam proses pembuatan, ketebalan dan panjang pendeknya sebuah kaca pada gamelan ini harus 3-5 milimeter. Panjang dan pendeknya kaca kaca juga harus di ukur secara teliti hingga menghasilkan bunyi berbeda disetiap kacanya," katanya. (om27/Dwi) Editor : Editor News