PROMOSI: Salah seorang personel Krumpyung terlihat dari sela alat musik bambu saat bermain di TBY (18/3).
JOGJA - Krumpyung, kesenian asli Kokap menjadi salah satu potensi kesenian Kulonprogo. Demikian dikatakan pemimpin kelompok Srawung Krumpyung, Sujarwanto ketika mengisi Gelar Seni Sepanjang Tahun di TBY (18/3).
Perkembangan Krumpyung didukung ketersediaan bambu yang melimpah. Seluruh alat musik menggunakan bambu Wulung sebagai bahan baku.
"Menggunakan bahan baku dan perajin Kokap Kulonprogo. Paling penting adalah atmosfir berkesenian juga berjalan dengan baik. Mulai dari latihan hingga pentas rutin," kata Sujarwanto.
Pemerintah Kecamatan Kokap dan Pemkab Kulonprogo terus mendukung keberadaan Krumpyung. Mulai pendampingan hingga mendorong pementasan berbagai kegiatan.
Belum lama ini beberapa kelompok Krumpyung tampil di hadapan calon Duta Besar Indonesia. Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo berpesan agar para calon duta besar menjadi duta wisata dan budaya. Termasuk mempromosikan Krumpyung.
"Ini merupakan kesempatan untuk mempromosikan Krumpyung di dunia internasional," jelas Sujarwanto.
Upaya mengenalkan Krumpyung juga dilakoni secara mandiri. Ketika ada kunjungan wisatawan Australia, dia tidak hanya tampil sebagai pengisi, juga mengajarkan bermain Krumpyung.
"Waktu ada acara di Waduk Sermo mayoritas turis Australia. Minatnya tinggi, bahkan selama belajar terlihat tertarik," kata Sujarwanto.
Mengenai kesiapan Krumpyung sebagai tonggak Kulonprogo, Sujarwanto menjawab siap 100 persen. Terutama dengan adanya bandara internasional di Kulonprogo. Keberadaan bandara menjadikan Kulonprogo sebagai pintu gerbang internasional.
Krumpyung sebagai kesenian lokal dapat menjadi identitas Kulonprogo. Tidak menutup kemungkinan kesenian ini akan sering bersinggungan dengan dunia internasional.
"Jika bandara jadi, kami sudah siap, untuk saat ini ada beberapa kelompok yang telah berdiri. Termasuk kelompok pak Sumitro, penggagas kesenian ini. Kami tidak hanya tampil, tapi juga berinteraksi dengan wisatawan," katanya.
Krumpyung memiliki sifat dinamis. Tidak melulu memainkan gending-gending lawas. Lagu-lagu popular juga dapat dikemas dalam kesenian ini. Bahkan saat ini pelestari Krumpyung juga dilakoni generasi muda. (dwi/iwa/ong) Editor : Administrator