HOROR YANG BEDA: Para pemeran Dilarang Masuk..!! saat promo tour film ini di Jogja City Mall (JCM), kemarin (14/3).
JOGJA - Dunia sinema Indonesia kembali diramaikan dengan film bergenre horor. Berjudul Dilarang Masuk..!!, film produksi Digital Film Media ini menggabungkan unsur horor dan komedi. Film ini pun menjanjikan nuansa horor yang berbeda dengan film-film horor Indonesia yang sudah ada.Jordi Onsu, pemeran Piyu dalam film ini membocorkan film ini hadir dalam warna berbeda. Pasalnya, selama ini horor Indonesia selalu hadir dalam balutan sensualitas
Sedangkan dalam film ini horor justru menjadi poin utama dalam jalan ceritanya. "Film ini sudah lolos sensor untuk penonton usia 13 tahun ke atas. Kita ingin membuktikan bahwa film horor di Indonesia juga bisa berkualitas," jelasnya, saat promo tour film di Jogja City Mall, kemarin (14/3).
Dirinya menambahkan unsur komedi dalam film ini pun natural. Sosok hantu dalam film ini tidak berakting lucu. Adegan komedi justru hadir dan dikemas dalam situasi, sehingga adegan horor dan komedinya akan terasa lebih natural. "Komposisinya 50 persen horor, 50 persen komedi. Jalan cerita-nya juga khas remaja SMA, jadi banyak cerita seru di dalamnya," imbuhnya.Untuk penggarapan, film horor Indonesia ini digarap oleh Nayato Fio Nuala. Sedangkan untuk naskah dipercayakan kepada Fatimah Fahim. Film ini berang-kat dari cerita mistis sebuah sekolah di Jakarta. Menampilkan beberapa kisah nyata yang per-nah dialami oleh saksi.
Sekolah digegerkan dengan hilangnya Lisa yang sangat misterius. Lisa merupakan sosok murid baru yang cenderung pen-diam. Adit yang diperankan Maxime Bouttier melihat Lisa terakhir kali di lantai atas sekolah. "Lalu Adit mengajak kelima kawannya untuk mencari Lisa di lantai atas sekolah. Otomatis kawan-kawannya menolak karena tempat itu horor. Dari sinilah semua cerita berawal, hingga menemui beberapa fenomena mistis," kata Jordi.
Novia Ramalina dari Digital Film Media menjabarkan peng-garapan film ini dilakukan November 2015. Kekuatan dari film ini adalah cerita yang ber-akar pada kisah nyata, sehingga diprediksi akan menarik antusias untuk menonton.Jogjakarta sendiri merupakan kota ke-8 dalam rangkaian promo tour. Dipilihnya Jogja karena memiliki antusiasme tinggi dalam menonton. Bahkan, menurut Novi, sapaannya, Jogja merupakan kota yang subur dalam dunia sinema. (dwi/laz/nn/ong) Editor : Administrator