Bendung Walahar, Bendung Berusia Tua yang Didirikan Belanda di Karawang

Farah Rizki Ramadhan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 11:19 WIB
Bendung Walahar merupakan sistem irigasi sekaligus objek wisata heritage di Karawang yang berusia lebih dari 100 tahun. (Sumber: BBWS Citarum)
Bendung Walahar merupakan sistem irigasi sekaligus objek wisata heritage di Karawang yang berusia lebih dari 100 tahun. (Sumber: BBWS Citarum)

 

RADAR JOGJA - Bendung Walahar merupakan bendung warisan nusantara di Jawa Barat yang telah berdiri lebih dari seabad.

Bendung ini dibangun pada era kolonial Belanda pada tahun 1925. 

Bendung Walahar terletak di desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat.

Bendung ini dibangun melintang di atas sungai Citarum. 

Keberadaan bendung yang telah berdiri begitu lama ini mempunyai peran penting bagi warga sekitar, baik sebagai sistem irigasi maupun sebagai objek wisata. 

Baca Juga: Heboh Kontrakan 3 Ribu Per Hari, Ini Dia Fakta Rusunawa Watulimo Trenggalek

Tentang Bendung Walahar

Bendung Walahar merupakan salah satu warisan teknik hidraulik era kolonial Belanda yang masih berfungsi hingga kini.

Infrastruktur bersejarah ini  mulai dibangun sekitar tahun 1918 dan pertama kali dioperasikan pada 30 November 1925.

Bendung ini dirancang oleh insinyur hidrologi asal Belanda, C Swaan Koopman, dan terletak sekitar 15 KM dari pusat Kota Karawang.

Bendung ini berdiri kokoh melintang di Sungai Citarum dan menjadi salah satu pintu air terpenting di Jawa Barat. 

Baca Juga: Cahaya Bangsa Utama Sapu Bersih Gelar AZA 3X3 Competition 2026 Jogja

Berbeda dengan infrastruktur bendungan yang menahan dan menyimpan air dalam skala besar, bendung umumnya lebih sederhana dan berskala lebih kecil.

Bangunan Bendung Walahar memiliki lebar sekitar 50 meter dan kolam penampung sekitar 15 hektar. 


Bendung Walahar sebagai Sistem Irigasi

Fungsi utama bendung Walahar adalah sebagai pengatur aliran dan distributor air ke jaringan irigasi sampai ke sawah-sawah di Karawang.

Pada awalnya, Bendung Walahar berfungsi membagi aliran Sungai Citarum ke Saluran Induk Tarum Utara yang mengairi lebih dari 87.000 hektar sawah dan memasok air bagi industri serta perusahaan air minum di Karawang.

Namun, setelah Bendungan Jatiluhur beroperasi di tahun 1967, Bendung Walahar menjadi bagian dari jaringan irigasi Jatiluhur dan hingga kini menyuplai air untuk sekitar 80.000 hektar sawah di wilayah utara Karawang.

Bendung ini memiliki peran penting untuk menjaga sawah tetap hijau dan mendukung swasembada pangan. 

Baca Juga: Kapolres Baru Gunungkidul Usung Konsep "Ngopeni" dalam Melayani Masyarakat, Ini Maksudnya ,,,

Bendung Walahar, Pilihan Objek Wisata yang Syahdu

Bendung Walahar juga menjadi objek wisata heritage bangunan berusia satu abad.

Bendung ini memiliki pintu-pintu air dari beton tebal dengan tuas besi orisinal, jembatan penghubung dengan pola balustrade klasik, dan ruang mesin dengan dinding lengkung, yang menunjukkan kekhasan estetika bangunan Belanda.

Pagi hari di Bendung Walahar sering dijadikan sebagai tempat orang jogging ataupun hanya jalan santai.

Di tepi bendungan juga dapat ditemui orang-orang yang memancing di sungai sebelum matahari semakin naik.

Pada hari libur, Bendung Walahar juga ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Selain itu, di sekitar Bendung Walahar juga terdapat kuliner khas yang mendukung bendung sebagai tempat wisata, yaitu pepes Jambal.

Salah satu pepes jambal terkenal yang terletak di selatan bangunan bendung adalah Pepes Jambal Hj. Dirja Walahar. 

Baca Juga: Jawa Pos Radar Jogja edisi Senin, 11 Oktober 2026

Di bagian kanan dan kiri aliran sungai bagian utara bendung juga terdapat berbagai macam warung kuliner dan cemilan ringan, serta tempat duduk untuk menikmati pemandangan sungai yang mengalir.

Beberapa kios juga menyediakan opsi nge-grill dengan meja kursi di pinggir sungai yang dihiasi lampu-lampu gantung berwarna warni. 

Bangunan Bendung Walahar saat ini tidak hanya berfungsi sebagai sistem irigasi, tetapi juga sebagai tempat wisata dan pendongkrak ekonomi masyarakat sekitar lewat para wisatawan Bendung Walahar yang hadir.

Jadi gimana? Apakah kamu tertarik untuk mengunjungi Bendung Walahar? 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Instagram @dsda.jabar dan @satgascitarum
Bendung Walahar Bendung Berusia Tua Bendung Berusia Tua yang Didirikan Belanda karawang