RADAR JOGJA - Dusun Tasin, yang terletak di lereng Gunung Lawu, Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, kini resmi menghilang dari peta administrasi desa.
Kampung yang dulunya dihuni hampir 70 kepala keluarga (KK) tersebut kini tak berpenghuni akibat rentetan bencana tanah longsor.
Dahulu, Dusun Tasin merupakan kawasan pemukiman yang hidup.
Rumah-rumah warga berdiri berjajar mengikuti lekuk lereng perbukitan, dengan mayoritas penduduk menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.
Baca Juga: Imbas Kasus Kekerasan Seksual, Kemenag DIY Layangkan Surat Peringatan pada Pondok Ash-Sholihah
Namun, kondisi tersebut berubah drastis setelah bencana tanah longsor skala besar menerjang kawasan itu pada akhir 2007.
Peristiwa tersebut memaksa sebagian besar warga menyingkir dan meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Kendati demikian, sejumlah warga sempat memilih bertahan.
Bencana longsor susulan pada 2016 akhirnya memaksa seluruh penduduk tersisa untuk mengungsi secara permanen ke lokasi yang lebih aman.
Bencana beruntun ini meratakan pemukiman warga dengan tanah, hingga tak ada satu pun KK yang tersisa.
Baca Juga: Liga Inggris Konfirmasi Kembalinya Laga Tradisional Boxing Day Musim Ini
Hampir dua dekade berlalu, bekas kawasan pemukiman tersebut kini telah beralih fungsi sepenuhnya menjadi lahan pertanian dan ladang garapan.
Tidak ada warga yang kembali mendirikan bangunan tempat tinggal di wilayah rawan bencana tersebut.
Meskipun telah ditinggalkan, jejak kehidupan masa lalu di Dusun Tasin masih tersisa.
Baca Juga: Mengenal Suku Boti di NTT yang Unik: Hidup Mandiri Tanpa Bahan Kimia dan Tolak Modernisasi
Dua bangunan tua masih berdiri di lokasi tersebut, yakni kerangka sebuah rumah warga serta bangunan Masjid Al-Ikhlas.
Walaupun kondisinya mulai lapuk dan rusak dimakan rayap, masjid tersebut masih kerap dimanfaatkan oleh para petani sekitar untuk beribadah saat menggarap lahan.