Negatif Foto Proklamasi Dikubur di Bawah Pohon, Aksi Nekat Frans Mendur Selamatkan Sejarah

Alfiani Hidayatul Choiriyah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:05 WIB
istimewa
istimewa

JAKARTA – Bayangkan jika foto-foto Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak pernah sampai kepada generasi sekarang. Momen bersejarah yang selama ini menjadi bagian dari ingatan visual bangsa itu nyaris saja hilang akibat situasi genting setelah Proklamasi.

Di balik terselamatkannya dokumentasi tersebut, terdapat keberanian fotografer Frans Mendur dan saudaranya, Alex Mendur, dari kantor berita Indonesia Press Photo Service (IPPHOS).

Keduanya berhasil mengabadikan sejumlah momen penting Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Di tengah situasi yang masih berada di bawah bayang-bayang pendudukan Jepang, mereka bekerja dengan risiko besar untuk merekam peristiwa yang kelak menjadi tonggak sejarah Indonesia.

Setelah acara selesai, keberadaan dokumentasi tersebut diketahui oleh tentara Jepang. Para fotografer pun menghadapi ancaman penyitaan kamera maupun negatif film.

Baca Juga: Mobil Komando Dihentikan, Fatimah BEM UI Copot Earphone Polisi di Tengah Aksi

Kekhawatiran terbesar bukan hanya kehilangan kamera, tetapi juga musnahnya negatif yang menjadi sumber utama untuk mencetak foto-foto Proklamasi.

Dalam situasi tersebut, Frans Mendur mengambil langkah berani. Ia menyembunyikan negatif film hasil dokumentasi Proklamasi dengan menguburnya di dalam tanah di bawah sebuah pohon di halaman belakang kantor harian Asia Raya.

Langkah itu dilakukan agar negatif film tidak ditemukan ketika tentara Jepang melakukan pemeriksaan.

Ketika didatangi dan ditanya mengenai kamera serta film yang dimilikinya, Frans memberikan jawaban yang dapat mengalihkan perhatian tentara Jepang. Ia mengatakan bahwa kamera dan film tersebut telah diambil oleh Barisan Pelopor.

Taktik itu berhasil. Tentara Jepang tidak menemukan negatif yang disembunyikan di dalam tanah.

Setelah situasi dianggap cukup aman, Frans kembali ke lokasi persembunyian dan mengambil negatif film tersebut. Ia kemudian mencetak foto-foto Proklamasi secara diam-diam melalui kamar gelap.

Dokumentasi tersebut akhirnya menjadi bagian penting dalam penyebaran informasi mengenai kemerdekaan Indonesia. Foto-foto Proklamasi kemudian dipublikasikan di surat kabar Merdeka pada Februari 1946.

Keberanian Frans dan Alex Mendur membuat masyarakat Indonesia memiliki rekaman visual dari salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah bangsa.

Baca Juga: Blue Java, Pisang Berkulit Biru yang Disebut Punya Rasa Mirip Es Krim Vanila

Kisah penyelamatan negatif film tersebut juga menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui pertempuran fisik. Para fotografer dan pekerja pers turut mempertaruhkan keselamatan demi menjaga bukti sejarah.

Negatif yang sempat terkubur di bawah pohon itu pada akhirnya menjadi saksi bisu bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar peristiwa yang diceritakan dari generasi ke generasi, tetapi juga memiliki rekaman visual yang dapat dilihat hingga sekarang.

Editor : Bahana.
Frans Mendur Alex Mendur Foto Proklamasi 17 agustus 1945 sejarah indonesia