"Perang Babi 1859" Sebuah Sengketa Wilayah yang Nyaris Memicu Perang Dunia

Alfiani Hidayatul Choiriyah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:12 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Pada tahun 1859, ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Kekaisaran Inggris mencapai puncaknya di Kepulauan San Juan, sebuah wilayah perbatasan antara Washington dan Vancouver.

Pemicu insiden internasional ini sangat absurd. Ada seorang petani Amerika menembak mati seekor babi milik warga Inggris yang menerobos masuk dan memakan tanaman kentang di pekarangannya.

Perselisihan lokal mengenai ganti rugi atas babi tersebut dengan cepat memanas karena kedua belah pihak mengklaim kepemilikan atas wilayah pulau tersebut.

Kemarahan warga Inggris yang mengancam akan menangkap petani Amerika dibalas dengan permintaan perlindungan militer kepada Angkatan Darat AS.

Pemerintah Amerika Serikat merespons dengan mengirimkan pasukan militer di bawah pimpinan Kapten George Pickett untuk menduduki pulau tersebut.

Baca Juga: Dosen UAJY Raih Hibah BRIN, Kembangkan Wisata Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Inggris yang tidak mau kalah gertak segera mengarahkan kapal-kapal perang bersenjata lengkap ke lokasi yang sama, memicu eskalasi militer yang sangat berbahaya.

Selama beberapa minggu, kedua pasukan militer berhadapan dalam jarak dekat dengan senjata terkokang dan perintah ketat untuk tidak menembak duluan.

Situasi sangat kritis karena satu letusan senjata dapat dengan mudah memicu perang berskala besar antara dua negara adidaya masa itu. Ironisnya, para prajurit dari kedua belah pihak di lapangan justru sering berinteraksi secara damai dan saling mengunjungi di luar jam dinas.

Beruntung, kabar insiden riskan ini akhirnya sampai ke pemerintah pusat di Washington dan London. Presiden AS James Buchanan dan Ratu Victoria merasa terkejut bahwa negara mereka berada di ambang perang hanya karena perselisihan mengenai seekor babi.

Kedua pemerintah pusat segera mengambil langkah diplomasi cepat dan menarik sebagian besar pasukan militer untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah yang sia-sia.

Konflik yang dikenal dalam sejarah sebagai Pig War ini akhirnya diselesaikan secara damai melalui arbitrase internasional yang dipimpin oleh Kaisar Jerman Wilhelm I pada tahun 1872.

Baca Juga: Pemerintah Tanggapi 8 Tuntutan Mahasiswa Demo BEM UI: Semua Saran dan Masukan Akan Didengar 

Kepulauan San Juan secara resmi diserahkan kepada Amerika Serikat, menutup episode sengketa perbatasan paling unik dalam sejarah yang terbukti tidak memakan korban jiwa manusia, kecuali seekor babi.

 

Editor : Bahana.
perang babi 1959 amerika perang inggris