Lestarikan Warisan Budaya, Dosen UIN Sunan Kalijaga Terlibat Digitalisasi 1.300 Naskah Kuno Keraton Yogyakarta dan Sonobudoyo

Tita Aurelia Pitaloka • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 13:32 WIB
Keraton Yogyakarta.
Keraton Yogyakarta.
YOGYAKARTA — Kekayaan sejarah dan pengetahuan masa lalu Yogyakarta tersimpan rapi dalam ribuan naskah kuno manuskrip Nusantara. Demi menjaga keberlangsungan rekam jejak peradaban tersebut agar tidak hilang ditelan zaman, akademisi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengambil peran penting dalam proyek penyelamatan dokumen bersejarah.

Dua Dosen Magister Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Kalijaga, Prof. Wildan dan Prof. Maharsi, terlibat aktif dalam program digitalisasi sekitar 1.300 naskah kuno milik Keraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo. Proyek pelestarian ini terjalin melalui kerja sama internasional dengan Universitas Leipzig, Jerman, yang berlangsung pada periode 2009 hingga 2012.

Upaya kolaboratif ini menyasar ratusan dokumen langka yang ada di dua lembaga kebudayaan ternama di Yogyakarta. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah pendokumentasian sekaligus memastikan fisik naskah yang rentan tetap terlindungi dari risiko kerusakan permanen.

"Pada periode itu kita mendigitalisasi sekitar 300-an naskah di Keraton dan ada sekitar 1.000 naskah di Museum Sonobudoyo," ungkap Prof. Wildan.

Baca Juga: Jadi Tonggak Demokrasi Bangsa, DPC PDI Perjuangan Sleman Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli

Proses alih media digital ini mencakup berbagai jenis bahan atau media penulisan naskah yang sangat beragam, mulai dari kertas konvensional, daun lontar, hingga daluang (kertas tradisional khas Nusantara dari serat kayu).

Prof. Wildan menjelaskan bahwa naskah koleksi Keraton Yogyakarta sebagian besar berbahan dasar kertas dan beberapa di antaranya berupa daluang. Sementara itu, variasi media penulisan yang ada di Museum Sonobudoyo jauh lebih beragam, termasuk yang tertulis di atas lembaran lontar.

Manuskrip yang berhasil didigitalisasi tidak hanya merekam rekam jejak sejarah politik dan silsilah Keraton Yogyakarta semata. Lebih dari itu, isi naskah menyimpan khazanah pengetahuan luas mengenai kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Jawa pada masa lampau.

Berdasarkan informasi yang telah didapat, naskah-naskah kuno tersebut memuat informasi penting seputar tradisi keagamaan, tata cara ritual adat, resep masakan tradisional, hingga ilmu pengobatan herbal dan racikan obat-obatan Jawa kuna.

Proses alih media digital naskah bersejarah ini tentu tidak berjalan tanpa hambatan. Tim ahli di lapangan harus berhadapan dengan berbagai kendala teknis saat melakukan pemindaian dokumen.

Selain karena ukuran beberapa naskah yang terbilang cukup besar dan tebal, faktor usia dokumen yang sudah lapuk juga membuat sebagian naskah mengalami kerusakan fisik, sehingga membutuhkan ketelitian ekstra agar tidak merusak lembaran aslinya selama proses digitalisasi berlangsung.

Meski begitu, keberhasilan digitalisasi ribuan naskah ini kini menjadi aset berharga bagi dunia pendidikan, kebudayaan, dan penelitian sejarah di Indonesia, khususnya dalam menyingkap tabir pengetahuan masa lalu Yogyakarta untuk generasi mendatang. (Tita Aurelia Pitaloka)

Editor : Bahana.
naskah kuno keraton UIN Sunan Kalijaga museum sonobudoyo Keraton Yogyakarta