RADAR JOGJA - Kawasan Nol Kilometer Yogyakarta tidak pernah sepi dari inovasi untuk memanjakan wisatawan. Salah satu ikon sejarah paling populer di jantung kota, Museum Benteng Vredeburg, kini tampil dengan wajah baru pasca-revitalisasi total. Selain menawarkan pengalaman digital yang interaktif, museum ini juga kerap menjadi incaran berkat kebijakan tiket gratis pada momentum hari besar nasional serta tarif reguler yang sangat terjangkau bagi pelajar.
Langkah ini diambil untuk mendekatkan kembali generasi muda dengan sejarah perjuangan bangsa. Area benteng peninggalan kolonial Belanda yang dulunya terkesan kaku, kini diubah menjadi ruang publik yang hidup lengkap dengan instalasi video mapping, ruang teater mini, dan area coworking space terbuka.
Bukan sekadar melihat diorama statis, pengunjung sekarang bisa berinteraksi langsung dengan layar sentuh yang menceritakan detail peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Tata pencahayaan di malam hari juga dirombak total, membuat area pelataran dalam benteng menjadi spot favorit baru untuk berswafoto.
Revitalisasi ini sukses mengubah citra Benteng Vredeburg dari sekadar tempat menyimpan benda kuno menjadi pusat kreativitas warga. Bagi wisatawan yang sedang menghabiskan waktu di kawasan Malioboro, berjalan kaki sedikit ke arah selatan menuju benteng ini menjadi pilihan paling tepat untuk menikmati wisata edukasi berkualitas tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.
Editor : Iwa Ikhwanudin