Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Pengaruh Kebudayaan Hindu-Buddha, Sejarawan Ungkap Adanya Artefak Berusia 5.000 Tahun di Kebumen

Muhammad Hafied • Selasa, 7 Juli 2026 | 05:06 WIB

 

Tokoh dan praktisi sejarah ikut terlibat dalam forum diskusi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Kebumen fokus membahas penyusunan arsip Citra Daerah. (M Hafied/Radar Jogja)
Tokoh dan praktisi sejarah ikut terlibat dalam forum diskusi di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Kebumen fokus membahas penyusunan arsip Citra Daerah. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

KEBUMEN – Sejarah Kebumen tidak lepas dengan aspek sosial budaya masyarakat masa lampau. Sejarawan menyebut seperti penemuan Lingga dan Yoni di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen yang memiliki nilai historis dan arkeologis.

Termasuk beragam batuan purba yang terhampar di kawasan Karangsambung. Kekayaan masa lampau ini menurutnya menjadi modal untuk daya tarik tersendiri bagi Kebumen.

"Ada kajian cukup mendalam bahwa di Kebumen sudah ada kebudayaan era Hindu-Budha, di mana dari pengamatan ketika Islam masuk budaya di masyarakat masih cukup kental," jelas pemerhati sejarah Kebumen Sigit Tri Prabowo di sela diskusi arsip Citra Daerah, Senin (6/7).

Baca Juga: Korban Laka Laut di Pantai Gua Cemara Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Bugel Sejauh 13 Kilometer dari Lokasi Awal

Dia menjelaskan, warisan sejarah Kebumen cukup kompleks. Dari sisi kekayaan adat dan budaya juga beragam, tidak kalah dengan daerah lain. Kondisi ini yang menjadi latar belakang peneliti dan sejarawan terkenal tertarik untuk mengulas Kebumen.

"Penelitian Kebumen sudah dimulai sejak dulu, ada beberapa artefak ditemukan sama seperti di Pacitan kisaran umur 5.000 tahun," ucapnya.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Kebumen pun terus berkoordinasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk program penyusunan arsip Citra Daerah. Program ini hadir untuk menggambarkan memori kolektif suatu daerah yang dihimpun dari masa ke masa.

Baca Juga: Tak Ada Anak Emas dan Garansi Starter, Van Gastel Tegaskan Semua Pemain PSIM Jogja Punya Kesempatan yang Sama

Kepala Disarpus Kebumen Sigit Dwi Purnomo mengatakan, penyusunan dokumen Citra Daerah digagas langsung oleh ANRI. Tujuannya untuk menambah wawasan serta ilmu pengetahuan mengenai khasanah arsip statis yang telah lama disimpan.

Dari program ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami nilai sejarah dan budaya yang terus berkembang. Ujungnya diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap daerahnya sendiri.

"Arsip nasional itu bisa ambil dari dokumen Belanda. Momentum ini bisa menambah khasanah sejarah Kebumen yang mungkin belum tersaji secara lengkap," terangnya.

Baca Juga: Tujuh Bulan Hilang, Warga Minta Kades Sambeng Dipecat jika Tidak Ancam Geruduk Kantor Bupati Magelang

Sigit menjelaskan, dokumen Citra Daerah menyajikan informasi secara eksplisit yang berisi memori kolektif sebuah daerah.

Dinamika yang terjadi pada masa silam kemudian akan dirangkum menjadi sebuah buku agar dapat diakes masyarakat luas. "Rencana dibuat buku, penyerahan 6 Agustus besok oleh ANRI kepada pemkab," bebernya.

Disebutkan, arsip Citra Daerah berisi beberapa bab, meliputi ekonomi dan pemerintahan, sosial dan budaya hingga perjalanan pembangunan daerah.

Baca Juga: PSS Sleman Ketagihan dengan Pilar Persija 

Disarpus, kata Sigit, berkepentingan karena terdapat sejumlah arsip penting yang tersimpan di ANRI. Dari dokumen tersebut perjalanan sejarah Kebumen dapat tersaji dengan valid karena dilengkapi data dukung. 

"Bicara sejarah bukan katanya, tapi dasar dari arsip. Otomatis dokumen yang masih ada di ANRI akan kembali ke Kebumen dalam bentuk buku," ucapnya. (fid/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#kebumen #artefak #Dinas Kearsipan dan Perpustakaan #ANRI #hindu-buddha