Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Catur Sagotra, Ikatan Persaudaraan Dinasti Mataram Islam

Magang Radar Jogja • Sabtu, 25 April 2026 | 10:58 WIB
Ilustrasi Lambang Empat Keraton yang termasuk Catur Sagotra (Pinterest/pustakatanjung)
Ilustrasi Lambang Empat Keraton yang termasuk Catur Sagotra (Pinterest/pustakatanjung)

 

 

RADAR JOGJA - Catur Sagotra adalah sebuah konsep mengenai keterkaitan sejarah, budaya, dan hubungan darah di antara empat Keraton Jawa yang masih dalam satu garis keturunan Mataram Islam.

Istilah Catur Sagotra mulai sering muncul dalam berbagai literatur yang membahas hubungan antar keraton Jawa pada periode 1970 hingga 1980-an.

Dalam bahasa Jawa, catur berarti empat sedangkan “sagotra” berarti satu saudara, seketurunan, atau seasal.

Baca Juga: Hansi Flick Berharap Para Pemain Barcelona Tingkatkan Performa Saat Lamine Yamal Absen Hingga Akhir Musim

Dengan demikian, Catur Sagotra berarti sebutan bagi empat kerajaan penerus Mataram Islam yang berasal dari garis keturunan dan tradisi budaya yang sama.

Empat keraton yang tergolong dalam Catur Sagatra yaitu Keraton Kasunanan Surakarta, Keraton Kasultanan Yogyakarta, Pura Pakualaman Yogyakarta, serta Pura Mangkunegaran Surakarta.

Keempat keraton tersebut memegang peranan penting dalam sejarah sebagai pewaris sah tradisi politik dan kebudayaan Mataram, yang dahulu terpecah akibat tekanan kolonial serta berbagai perjanjian yang membagi kekuasaan.

Konsep Catur Sagotra dianggap sebagai ruang untuk mempererat hubungan para pemimpin dari keempat keraton.

Baca Juga: Real Betis 1-1 Real Madrid, Harapan Gelar Los Blancos Raih Gelar Juara La Liga Menipis, Mantan Bek Barcelona Dalangnya

Hubungan ini tetap terjaga melalui interaksi budaya serta kunjungan antar keraton yang semakin mempererat tali persaudaraan.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan X, Susuhunan Paku Buwono XII, beserta para adipati Pakualaman dan Mangkunegaran merupakan tokoh-tokoh yang merepresentasikan hubungan tersebut. 

Menurut sudut pandang kebudayaan, Catur Sagotra menjadi unsur utama dalam memahami kesinambungan sejarah Jawa.

Konsep ini menunjukkan bahwa dengan adanya perkembangan zaman dan dinamika politik, warisan Mataram Islam tetap terpelihara lewat tradisi, seni, adat, serta nilai-nilai yang dirawat oleh keempat keraton tersebut.

Baca Juga: Bukan Generasi Stroberi yang Manja, Sadar Kesehatan Mental Jadi Langkah Maju Gen Z dan Milenial

Melalui Catur Sagotra, masyarakat dapat memahami sejarah panjang budaya Jawa dan menyadari bahwa keempat keraton tersebut berfungsi lebih dari sekadar simbol kekuasaan, tetapi juga sebagai penjaga warisan peradaban Mataram.

(Desfina Citra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#catur sagotra #catur sagotra adalah #Budaya #Mataram Islam #sejarah