Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sangkan Paraning Dumadi, Menggali Jejak Perjalanan Hidup Manusia dalam Sumbu Filosofis Yogyakarta

Magang Radar Jogja • Sabtu, 11 April 2026 | 10:35 WIB
Garis Imaginer sumbu filosofis Yogyakarta.
Garis Imaginer sumbu filosofis Yogyakarta.

 

RADAR JOGJA - Di balik hiruk pikuk sibuknya kota Yogyakarta, tersimpan sebuah makna mendalam tentang perjalanan spiritual manusia yang sering terabaikan.

“Sangkan Paraning Dumadi” menjadi simbol yang menjelaskan asal-usul, arah hidup, dan tujuan akhir manusia. 

Digambarkan melalui Sumbu Filosofis yang menghubungkan Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, dan Tugu Pal Putih dalam satu garis lurus.

Baca Juga: Menggali Makna Filosofis Rangkaian Upacara Pernikahan Adat Yogyakarta

Lebih dari sekadar desain tata kota, Sumbu Filosofis menjadi cerminan perjalanan spiritual manusia dari permulaan hidup hingga akhir kembali kepada Sang Pencipta. 

Perjalanan pertama dimulai dari Panggung Krapyak, sebagai lambang Sangkaning Dumadi, yaitu awal mula kehidupan.

Dalam pandangan filosofis Jawa, tempat ini mempresentasikan Gua Garba Ibu, ruang pertama terciptanya manusia dan awal proses pertumbuhannya.

Selanjutnya, garis imajiner mengarah ke Keraton Yogyakarta simbol dari pusat kehidupan, yang mencerminkan tahap pendewasaan seorang manusia, proses membangun hubungan keluarga, dan segala ritme kehidupan yang menyertainya.

Baca Juga: Barcelona Mengadu ke UEFA Setelah Kontroversi Handball Pemain Atletico Madrid di Liga Champions

Perjalanan kembali, Tugu Pal Putih menuju Keraton merupakan simbol Paraning Dumadi, yakni proses manusia pulang setelah selesai menjalani perjalanan hidup di dunia.

Rute ini melalui Jalan Margautama, yang melambangkan upaya dalam menuju nilai-nilai kebaikan dan keluhuran.

Lalu, melintasi Jalan Pangurakan yang melambangkan proses pembersihan diri dari hawa nafsu dunia dan ego diri, sebagai langkah penting menuju kesucian. 

Baca Juga: Gol Pertama Jean-Philippe Mateta di Tahun 2026 Warnai Kemenangan Crystal Palace Atas Fiorentina

Pada titik tertinggi, manusia sampai pada Manunggaling Kawula Gusti, yaitu wujud bersatunya manusia dengan Tuhan sebagai puncak perjalanan hidup.

Bagi masyarakat Jawa, Sangkan Paraning Dumadi tidak hanya sebagai warisan budaya semata, tetapi juga pedoman hidup yang menuntun manusia untuk mengingat dari mana manusia berasal dan kemana ia akan kembali. 

Sumbu Filosofis Yogyakarta hadir sebagai bukti bahwa kota ini tidak sekadar kumpulan ruang dan bangunan, melainkan ruang batin yang menjadi tempat belajar tentang inti perjalanan hidup. (Desfina Citra)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Jejak Perjalanan Hidup Manusia #Sumbu Filosofis Yogyakarta #Tugu Pal Putih #Sangkan paraning dumadi