RADAR JOGJA - Gunung Slamet adalah gunung yang berdiri megah di lima kabupaten Jawa Tengah, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang dengan ketinggian sekitar 3428 meter di atas permukaan laut.
Gunung ini menjadi salah satu gunung tertinggi dan paling dikagumi di pulau Jawa.
Sejarah mencatat bahwa letusan gunung pertamanya terjadi pada 11-12 Agustus 1772, kala Gunung Slamet mengeluarkan aliran lava dan hujan abu vulkanik yang signifikan.
Sejak saat itu, ia telah beberapa kali menunjukan aktivitas vulkanik besar, termasuk letusan tahun 1930, 1932, 1953, 1955, 1958, 1973, hingga 1988.
Baca Juga: Link Live Streaming BRI Super League Dewa United vs PSIM Jogja Jumat 3 April 2026
Dalam tiap episode tersebut, fenomena seperti gempa, suara dentuman, lontaran batu pijar hingga abu menyelimuti wilayah sekitarnya menjadikan bukti bahwa kekuatan alam yang tidak bisa dipandang remeh.
Namun, daya tarik Gunung Slamet tidak hanya terletak pada sisi fisik dan geologinya.
Di balik kabut alam dan puncak, tumbuh legenda dan mitos yang telah diwariskan secara turun-temurun,.
Salah satunya adalah ramalan Jayabaya yang menyebutkan kemungkinan letusan dahsyat Gunung Slamet dapat “membelah” pulau jawa menjadi 2 bagian.
Meskipun secara ilmiah belum ada konfirmasi atas ramalan tersebut, kepercayaan ini tetap menjadi bagian dari warisan budaya lokal yang memicu rasa kagum sekaligus kewaspadaan di benak masyarakat.
Baca Juga: Ikuti Aturan Belanja Pegawai Maksimal 30 Persen, Pemkot Jogja Hanya Ajukan 36 Formasi CPNS Tahun Ini
Gunung Slamet tak hanya identik dengan kisah letusan dan legenda kuno.
Gunung ini menjadi magnet bagi para pecinta alam, pendaki, dan fotografer yang tertarik merasakan langsung pesona alamnya.
Pepohonan hijau, kabut menyelimuti lereng, suara angin berbisik di antara batu-batu besar, semua elemen berpadu menciptakan lanskap dramatis dan atmosfer magis yang sulit dilewatkan. (Mochammad Ikhmal Ramadani)
Editor : Meitika Candra Lantiva