Bagi generasi 90-an, apolo air menjadi salah satu permainan yang cukup populer di masanya. Meskipun permainannya terbilang cukup sederhana, ternyata ada makna mendalam dalam permainan itu.
Pengamat permainan tradisional Ananta Hari Noorsasetya mengatakan, apolo air bukan sekadar mainan plastik yang berisi air dan objek mengambang.
Namun merupakan permainan tradisional asli Indonesia yang dibuat menggunakan hukum fisika dan imajinasi luar angkasa.
Baca Juga: Efek WFA dan Pecah Arus Balik, Penumpang KA di Daop 6 Jogja Tetap Tinggi Hingga H+7
"Nama apolo tidak muncul begitu saja. Nama tersebut lahir dari euforia kolektif pendaratan manusia di bulan yang sempat booming di masa itu,” ujar Ananta kepada Radar Jogja, Jumat (27/3).
Menurutnya, apolo juga merupakan alat peraga sains yang sangat efektif bagi anak-anak sekolah dasar (SD) pada zamannya. Melalui plastik es lilin yang diikat kedap udara dan diberikan objek, anak-anak secara tidak langsung belajar tentang hukum Archimedes.
Adapun dalam apolo air, ungkap Ananta, ada konsep gaya apung yang menggabungkan perpaduan ruang minim udara dan objek bola-bola kecil. Sehingga menciptakan simulasi tekanan dan massa jenis.
Di masa sekarang, konsep dari apolo juga bisa menjadi alat peraga sains untuk penerapan fisika sederhana secara visual. Pemilihan warna-warna cerah pada apolo juga bukan tanpa alasan.
Ananta menyebutkan, penggunaan warna merah, merah muda, hingga biru bertujuan untuk menangkap perhatian visual anak secara cepat. Ia menekankan apolo air juya memiliki dimensi filosofis yang mendalam.
Dikatakan, objek yang bisa naik turun dalam apolo bisa mengajarkan anak-anak untuk bangkit ketika berada di titik terendah.
Baca Juga: John Herdman Puji Animo Suporter Timnas Indonesia di SUGBK: Sangat Istimewa
Selain itu, apolo juga dikenal sebagai permainan yang buta kasta karena bahannya sangat sederhana. Hanya sisa plastik es lilin dan benda kecil sebagai pemberat.
"Permainan ini bisa dibuat dan dimainkan oleh siapa saja, baik anak dari keluarga mampu maupun tidak,” katanya.
Meskipun pedagang keliling yang menjajakan apolo air kini semakin jarang ditemui., Ananta menegaskan esensi permainan ini tetap relevan dan bahkan bertransformasi ke ranah digital.
Baca Juga: Bunga Bermekaran di Pemakaman Gaza Palestina, Warganet Ulik Fenomena Unik
Logika keseimbangan antara air dan udara dalam apolo kini dapat ditemukan dalam berbagai platform gim modern. Misalnya Roblox dengan simulasi Water Physics atau Submarine Simulator.
"Anak-anak zaman sekarang melakukan eksperimen yang sama dengan yang kita lakukan dulu. Namun bentuknya sudah berupa kode digital. Intinya tetap sama, simulasi keseimbangan dan gaya apung," jelas Ananta. (inu/laz)
Editor : Heru Pratomo