Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inilah Alasan Mengapa Hampir Semua Alun-Alun di Jawa Memiliki Pola yang Sama

Magang Radar Jogja • Kamis, 5 Maret 2026 | 17:17 WIB

Ilustrasi Alun-alaun.
Ilustrasi Alun-alaun.

RADAR JOGJA - Pernahkan kamu menyadari bahwa hampir semua kabupaten di Jawa memiliki pola yang sama dalam penempatan bangunannya.

Di Alun-alun Yogykakarta misalnya.

Alun-alun ini memiliki pendopo dan pohon beringin sebagai penanda.

Hal ini bukanlah kebetulan, tetapi bagian dari warisan tata kota Jawa yang sudah ada ratusan tahun lalu.

Sejak masa kerajaan-kerajaan Jawa seperti kerajaan Majapahit dan Mataram, Kota tidak di bangun secara acak.

Alun-alun adalah suatu lapangan terbuka yang luas dan berumput yang dikelilingi oleh jalan dan dapat digunakan kegiatan masyarakat yang beragam.

Dulu alun-alun memiliki fungsi sebagai halaman depan penguasa, tempat berlatih perang (gladi yudha) bagi prajurit kerajaan, tempat penyelenggaraan sayembara, menjadi tempat rakyat bisa berkumpul, upacara digelar, tempat keputusan-keputusan diumumkan dan hukuman dilaksanakan.

Di sisi alun-alun ada sebuah pendopo milik raja yang sekarang menjadi tempat bupati atau pemimpin wilayah lainnya.

Pendopo dibentuk dengan ruang tanpa dinding, memiliki filosofi bahwa Pemimpin ideal harus bisa dilihat dan ditemui rakyatnya.

Pendopo sendiri memiliki makna keterbukaan, wibawa dan kehadiran negara di tengah masyarakat.

Beringin yang biasanya ada di alun-alun juga termasuk budaya warisan kerajaan.

Beringin dipilih bukan hanya karna pohonnya yang besar, akan tetapi juga pada maknanya.

Dalam simbolisme Jawa beringin melambangakan perlindungan dan keadilan.

Akarnya yang menggantung ke bawah mengartikan bahwa penguasa yang akan selalu melindungi rakyat-rakyatnya.

Setelah merdeka, struktur ini tetap bertahan. Pendopo kini menjadi kantor bupati atau rumah dinas.

Tetapi makna dasar dari alun-alun sendiri masih sama hingga saat ini. (Nur Aisyatul Jannah NR)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#alun-alun #sejarah #POLA #majapahit #mataram #jawa