RADAR JOGJA – Dalam ajaran Syiah Twelver (Syiah Dua Belas Imam), yang merupakan mazhab mayoritas umat Syiah di dunia termasuk Iran, Irak, Lebanon, dan komunitas Syiah di berbagai negara, Imam Mahdi dianggap sebagai figur sentral yang paling penting. Ia bukan hanya seorang pemimpin spiritual, melainkan Imam ke-12 yang masih hidup hingga kini, meski berada dalam keadaan ghaybah (penyembunyian atau occultation). Keyakinan ini menjadi salah satu pilar utama doktrin Syiah Imamiyah, di mana kemunculan kembali (reappearance atau zuhur) Imam Mahdi di akhir zaman akan membawa keadilan global dan mengakhiri kezaliman.
Siapa Imam Mahdi Menurut Keyakinan Syiah?
Menurut sumber-sumber utama Syiah seperti kitab-kitab hadis klasik (misalnya Kitab al-Ghaybah karya Syekh Thusi dan Kamal al-Din karya Syekh Shaduq), Imam Mahdi bernama lengkap Muhammad bin al-Hasan al-Askari. Ia lahir pada 15 Sya'ban tahun 255 H (869 M) di Samarra, Irak, sebagai putra tunggal dari Imam Hasan al-Askari (Imam ke-11).
- Nama dan gelar utama: Muhammad ibn al-Hasan, dikenal dengan gelar al-Mahdi (yang mendapat petunjuk), al-Qa'im (yang bangkit), Sahib al-Zaman atau Wali al-Asr (Penjaga Zaman), dan Hujjah (Bukti Allah).
- Garis keturunan: Ia adalah keturunan langsung Nabi Muhammad SAW melalui jalur Imam Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra, melanjutkan rangkaian 12 Imam yang dianggap maksum (terlindung dari dosa).
Setelah wafatnya ayahnya pada tahun 260 H (874 M), Imam Mahdi yang masih berusia sekitar 5 tahun memasuki periode ghaybah sughra (penyembunyian kecil) selama sekitar 69 tahun. Pada masa ini, ia berkomunikasi dengan umat melalui empat wakil khusus (naib khas). Setelah wakil keempat wafat pada 329 H (941 M), dimulailah ghaybah kubra (penyembunyian besar) yang berlangsung hingga hari ini. Dalam keyakinan ini, Imam Mahdi tetap hidup secara fisik, dilindungi Allah, dan akan muncul kembali ketika Allah menghendaki.
Peran dan Tujuan Kemunculan Kembali Imam Mahdi
Syiah Twelver meyakini bahwa Imam Mahdi adalah penyelamat akhir zaman (eschatological savior). Ia akan:
- Muncul di Mekah, tepatnya di samping Ka'bah.
- Mengisi bumi dengan keadilan dan kedamaian setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman dan korupsi.
- Memerangi tirani, Dajjal, dan kekuatan jahat lainnya, dibantu oleh Nabi Isa AS yang turun kembali.
- Mendirikan pemerintahan ilahi global yang adil, menegakkan hak-hak Ahlul Bayt, dan mempersatukan umat manusia di bawah Islam sejati.
Baca Juga: Massa Geruduk Rumah Milik Kelompok Syiah
Keyakinan ini sangat kuat dalam doa-doa harian Syiah, seperti doa Nudbah dan Ahd, yang memohon percepatan kemunculannya. Berbeda dengan Sunni, di mana konsep Mahdi lebih bersifat umum (seorang keturunan Nabi yang akan muncul di akhir zaman), dalam Syiah Twelver, Mahdi adalah pribadi spesifik yang sudah lahir dan sedang menanti waktu zuhur.
Tanda-Tanda Kemunculan (Zuhur) Imam Mahdi
Menurut riwayat Syiah, ada tanda-tanda pasti (al-‘alamat al-muhaqqaqah) dan tidak pasti sebelum kemunculannya. Tanda pasti meliputi:
- Munculnya Sufyani (pemimpin zalim dari keturunan Abu Sufyan).
- Munculnya Yamani (pemimpin pendukung dari Yaman).
- Teriakan dari langit (ash-shaut atau nidā’ samāwī).
- Pembunuhan Nafs Zakiyyah (jiwa suci) di antara Safa dan Marwah.
- Tenggelamnya pasukan Sufyani di tanah Bayda (antara Mekah dan Madinah).
Tanda-tanda ini dianggap tak terelakkan dan menjadi indikator bahwa zuhur sudah sangat dekat.
Relevansi di Era Modern dan Indonesia
Di Indonesia, komunitas Syiah sering mengadakan majelis untuk membaca doa-doa terkait Imam Mahdi, terutama pada malam Jumat dan tanggal 15 Sya'ban (hari kelahirannya). Keyakinan ini juga memengaruhi pandangan terhadap isu global seperti ketidakadilan dan penindasan, di mana umat Syiah melihatnya sebagai bagian dari "persiapan" zuhur.
Meski demikian, keyakinan ini bersifat teologis dan eskatologis, bukan prediksi politik tertentu. Umat Syiah menekankan kesabaran, doa, dan amal saleh untuk mempercepat kemunculannya.
Artikel ini disusun berdasarkan sumber-sumber kredibel seperti ensiklopedia Syiah (al-islam.org, wikishia.net), Wikipedia, dan literatur klasik Syiah untuk tujuan informasi dan pemahaman lintas mazhab. Keyakinan ini merupakan bagian integral dari doktrin Syiah Twelver dan dihormati sebagai keyakinan agama.
Bagikan jika bermanfaat bagi yang ingin memahami lebih dalam tentang Imam Mahdi versi Syiah. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin