Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lukisan Gua yang Ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara Diduga sebagai Lukisan Tertua di Dunia

Magang Radar Jogja • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:40 WIB
Lukisan di dinding gua yang diklaim sebagai seni cadas tertua di dunia berasal dari sekitar 67.800 tahun yang lalu (Maxime Aubert)
Lukisan di dinding gua yang diklaim sebagai seni cadas tertua di dunia berasal dari sekitar 67.800 tahun yang lalu (Maxime Aubert)

RADAR JOGJA  - Lukisan tua ditemukan di dinding gua yang terletak di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

Lukisan di dinding gua tersebut diklaim sebagai seni cadas tertua di dunia sejauh ini, setidaknya berasal dari 67.800 tahun yang lalu.

Sebelumnya, pada tahun 2015, arkeolog Indonesia dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adhi Agus Oktaviana telah melakukan perjalanan ke Pulau Muna, tepatnya di Liang Metanduno untuk mengeksplorasi seni cadas yang jauh lebih tua daripada temuan-temuan sebelumnya.

Adhi kemudian bersama Maxime Aubert, seorang arkeolog sekaligus ahli geokimia dari National Geographic Explorer di Universitas Griffith, Australia meneliti untuk menentukan usia seni cadas yang ditemukan. Seni cadas tersebut kemudian diklaim sebagai lukisan tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Melansir dari situs National Geographic, lukisan yang disebut stensil tersebut berusia sekitar 16.600 tahun lebih tua daripada seni cadas yang pernah ditemukan sebelumnya di Gua Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan dan sekitar 1.100 tahun lebih tua daripada cetakan tangan yang ditemukan di Spanyol.

Melansir dari Australian Broadcasting Corporation (ABC), seorang arkeolog dari Australia yang membersamai Adhi dan Aubert bernama Adam Brumm mengatakan bahwa seni cadas tersebut merupakan penemuan yang sangat menarik tentang penciptaan seni gua oleh manusia pada masa lalu.

“Ini adalah bukti paling awal yang kita miliki tentang manusia yang menciptakan seni gua dalam bentuk apapun, ini merupakan penemuan yang sangat menarik," kata Brumm.

Selain itu, seni cadas tersebut menggambarkan bagaimana manusia pertama kali bermigrasi ke Australia.

Manusia modern diperkirakan meninggalkan Afrika pada sekitar 60.000-90.000 yang lalu sebelum mencapai Sundaland.

Dari sana, mereka berlayar menyeberangi laut dari satu pulau ke pulau lainnya, kemudian mencapai Sahul, yaitu daratan yang sangat luas meliputi Papua dan Australia pada masa itu.

Mereka juga melintasi Sulawesi dan pulau-pulau lainnya yang merupakan wilayah Garis Wallace (Wallacea), yaitu batas biogeografis utama yang menandai batas paling timur komunitas flora dan fauna Asia sampai akhirnya mencapai Australia.

“(Penemuan ini) memperkuat gagasan bahwa manusia tiba di Australia melalui Papua, mungkin sekitar 65.000 tahun yang lalu,” kata Aubert kepada Agence France-Presse (AFP).

Dijelaskan dalam laporan penelitian yang dilakukan oleh Adhi, Aubert, dan Brumm beserta 37 peneliti Indonesia lainnya dengan judul “Rock art from at least 67,800 years ago in Sulawesi” pada Rabu (21/1), temuan tersebut juga mendukung pandangan bahwa Sulawesi merupakan tempat berkembangnya budaya seni yang dinamis dan berlangsung lama selama zaman Pleistosen Akhir.

Penulis: Salwa Hunafa

Editor : Bahana.
#arkeolog #sulawesi tenggara #Lukisan Gua