Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sejarah Prawirotaman, Sudut Jogja yang Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Bahana. • Kamis, 9 Oktober 2025 | 20:10 WIB
Hotel unik di Prawirotaman Yogyakarta ini tawarkan kenyamanan dekat destinasi wisata.
Hotel unik di Prawirotaman Yogyakarta ini tawarkan kenyamanan dekat destinasi wisata.

RADARJOGJA – Kawasan Prawirotaman di Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta, kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara.

Dikenal dengan sebutan Kampung Bule, kawasan ini menawarkan perpaduan unik antara budaya lokal dan suasana internasional yang khas.

Kawasan yang kini dikenal sebagai Prawirotaman berawal dari sebidang tanah pemberian Keraton Yogyakarta kepada seorang bangsawan bernama Prawirotomo pada awal abad ke-19.

Di atas tanah tersebut, Prawirotomo mendirikan tempat tinggal sekaligus memulai pengembangan wilayah yang kemudian tumbuh menjadi sebuah pemukiman.

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Prawirotaman turut berperan penting sebagai basis gerilya.

Sebagian kawasan yang kini dikenal dengan Jalan Gerilya dulunya menjadi markas pasukan rakyat dan prajurit keraton dalam melawan penjajah Belanda.

Salah satu tokoh perjuangan yang dikenal di kawasan ini adalah Tulus Muli Hartono, pimpinan Laskar Hantu Maut yang aktif di masa Agresi Militer Belanda II.

Jejak sejarah perjuangan tersebut masih dikenang melalui monumen di kawasan Prawirotaman.

Memasuki era kemerdekaan, kawasan ini bertransformasi menjadi sentra industri batik cap.

Warga setempat memanfaatkan keterampilan turun-temurun untuk memproduksi batik yang kemudian dipasarkan hingga ke berbagai daerah.

Namun, kejayaan industri batik mulai menurun pada tahun 1970-an, seiring perubahan tren ekonomi dan pariwisata di Yogyakarta.

Melihat peluang baru, banyak pengusaha dan warga sekitar mengubah rumah batik mereka menjadi penginapan, restoran, dan kafe untuk memenuhi kebutuhan wisatawan asing.

Sejak saat itulah Prawirotaman berkembang menjadi kawasan wisata dengan nuansa internasional, namun tetap mempertahankan kehangatan budaya lokal.

Kini, deretan penginapan bergaya klasik, kafe estetik, galeri seni, dan mural jalanan menjadikan Prawirotaman tampak hidup siang dan malam.

Kawasan ini menjadi tempat favorit bagi wisatawan mancanegara yang ingin menikmati suasana Jogja yang lebih santai dan artistik dibandingkan hiruk pikuk Malioboro.

Meski telah bertransformasi menjadi pusat wisata, nilai sejarah dan budaya tetap dijaga oleh warga setempat.

Pemerintah Kota Yogyakarta bersama pelaku usaha lokal terus mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi ramah wisatawan yang berkelanjutan.

Dengan perpaduan antara sejarah perjuangan, nilai budaya Jawa, dan atmosfer global, Prawirotaman menjadi bukti nyata bagaimana sebuah kampung sederhana bisa berevolusi menjadi magnet wisata dunia tanpa kehilangan identitas aslinya.

Penulis: Ni Made Shinta Apriliayani

Editor : Bahana.
#Kota Yogyakarta #prawirotaman