Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenang Sejarah Serbuan Kotabaru 7 Oktober 1945, Penamaan Jalan 21 Pahlawan Jadi Pengingat Jasa Melawan Jepang

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 5 Oktober 2025 | 12:05 WIB

 

 

Monumen Serbuan Kotabaru
Monumen Serbuan Kotabaru

 

 

Dua hari setelah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kawasan Kotabaru, Kota Jogja menyimpan jejak heroik perjuangan kemerdekaan. Bahkan nama-nama jalan di kawasan elite ini diabadikan untuk mengenang 21 pahlawan yang gugur dalam Serbuan Kotabaru pada 7 Oktober 1945.

​Lurah Kotabaru Urai Herman mengatakan, penamaan jalan itu bertujuan mulia. Yakni untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat, khususnya generasi muda tentang beratnya merebut kedaulatan dari tangan penjajah.

​Menurut Herman, nama-nama jalan menjadi contoh nyata pahlawan yang gugur dalam Serbuan Kotabaru. Peristiwa ini merupakan upaya heroik warga Jogjakarta yang dipelopori para pemuda. Dalam upaya melucuti senjata tentara Jepang yang masih bermarkas di Kotabaru.

"Perjuangan itu ada pada saat kemerdekaan tahun 1945. Indonesia sudah merdeka, tapi saat itu Jepang masih tidak mau meninggalkan kita," ujar Herman saat ditemui di kantornya, Kamis (2/10).

Dia menjelaskan, Serbuan Kotabaru merupakan inisiatif masyarakat Jogja untuk merebut sendiri kemerdekaan dari penjajah. Sehingga Herman berharap, agar perjuangan 21 pejuang yang kini jadi nama jalan di Kotabaru bisa menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan bangsa.

​Herman pun mengungkapkan fakta historis menarik mengenai identitas para pejuang yang gugur. Para pejuang yang menjadi korban jiwa saat itu sebagian besar adalah polisi. Meskipun saat ini lokasinya  lebih dikenal sebagai Asrama Korem 072/Pamungkas.

Adapun nama  pejuang yang gugur dalam Serbuan Kotabaru, di antaranya, Atmosukarto, Ahmad Djazuli, Abu Bakar Ali, Djasman, Djoewadi, Djohar Noerhadi, Faridan M Noto, I Dewa Nyoman Oka, Kalipan, Mochammad Sareh, Ngadikan, Sadjiono, Sabirin, Soenardjo, Soeroto, Soepadi, Soeparmo,

​Selain melalui nama jalan, kenangan akan Serbuan Kotabaru juga dihidupkan melalui peringatan tahunan. Hanya memang untuk menggelar pentas drama seni budaya besar, terpaksa tertunda karena efisiensi anggaran.

"Namun kami yakin bahwa upacara rutin  yang diselenggarakan setiap 7 Oktober sudah cukup kuat untuk menjaga nyala api perjuangan para pahlawan agar tetap dikenang oleh masyarakat luas," tegas Herman. (inu/laz)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Serbuan Kotabaru #TNI #nama jalan #Gondokusuman #1945 #kotabaru #tkr #jepang #Korem 072 Pamungkas #lurah #tentara keamanan rakyat