Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gejlig Susukan I di Seyegan Sleman, Pintu Air yang Digeser karena Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen  

Delima Purnamasari • Minggu, 22 Juni 2025 | 15:05 WIB
Gejlig Susukan I di Seyegan Sleman, Pintu Air yang Digeser karena Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen   
Gejlig Susukan I di Seyegan Sleman, Pintu Air yang Digeser karena Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen  

 

 

SLEMAN - Gejlig atau lebih dikenal dengan pintu air kerap ditemui pada saluran-saluran irigasi di persawahan. Salah satunya berlokasi di Susukan I, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman.

Salah seorang warga setempat Ponardi memperkirakan gejlig Susukan I sudah dibangun sebelum tahun 1945. Gejlig berwarna biru ini jadi pengatur air dari Selokan Mataram dan Bendung Gayam.  "Kalau bentuknya sudah berubah berapa kali, saya enggak tahu," katanya.

Dia hanya menyebut, gejlig yang ada saat ini merupakan bentuk terbaru. Lantaran pintu air ini ikut terdampak bangunan Tol Jogja-Bawen sehingga harus digeser beberapa meter. "Ini gejlignya masih baru sekali. Sekitar tiga bulanan. Dibangun oleh pihak tol," tambahnya.

Ponardi mengatakan, cara mengoperasikan gejlig sangat mudah. Hanya perlu ditekan dan diputar menggunakan tangan kosong. Tidak perlu alat khusus. Apabila memerlukan air banyak, pintu dibuka. Apabila tidak perlu, pintu ditutup untuk mengairi wilayah yang lain.

Menurutnya, dahulu gejlig ini ada penjaga dan pengatur dari pihak pengairan. Hanya saja untuk sekarang sudah tidak ada. Petani sendirilah yang melakukan pengaturan waktu kapan dibuka dan kapan ditutup.

"Warga sendiri juga enggak menjaga khusus. Tidak berebut air kalau di sini," tambahnya.

Ponardi mengatakan, ada banyak gejlig yang bisa ditemukan di Kapanewon Seyegan. Biasanya dipasang di persimpangan untuk membagi aliran air. "Pintu bagi ini kalau saya nyebutnya tetek," katanya.

Dia mengatakan, warga sendiri hanya melakukan perawatan secara gotong royong. Mulai dari membersihkan saluran hingga membenahi pintu air apabila rusak. Namun hal ini dilakukan sesuai kemampuan.  "Kalau airnya enggak pernah kering. Kecuali ada pengaturan," tambahnya. (del/laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Sleman #pintu air #Seyegan #Margokaton #tol jogja bawen