JOGJA - Kiprah dan pemikiran Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II dalam melawan masa penjajahan Belanda bakal dipaparkan dalam sebuah seminar.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Vasiati Socaning Lokika bersama dengan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono pada Oktober mendatang.
Ketua Yayasan Vasiati Socaning Lokika Fajar Bagoes Poetranto mengatakan, sosok Sri Sultan HB II merupakan tokoh sentral dalam sejarah nusantara. Terkhusus selama memimpin Kasultanan Ngayogyakarta.
Fajar menyebut, kepemimpinan Sultan HB II merupakan masa yang penuh gejolak karena berada di tengah-tengah kolonialisme.
Semangat Sultan HB II dalam memberikan perlawanan, pelestarian budaya, dan pentingnya menjaga identitas bangsa merupakan pelajaran berharga bagi generasi muda saat ini.
“Sri Sultan Hamengku Buwono II yang memimpin Kasultanan Yogyakarta pada 1792–1810 dan 1811–1812 dikenal sebagai pejuang gigih melawan kolonialisme Belanda," ujar Fajar dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja, Jumat (13/6/2025).
Menurutnya, Sultan HB II merupakan sosok yang tidak kenal kompromi dalam membela masyarakat Jawa.
Bahkan dia juga ikut mendukung Perang Jawa bersama Pangeran Diponegoro. Namun sampai saat ini kiprahnya belum setenar tokoh-tokoh lain.
Oleh karena itu, Fajar yang merupakan keturunan Sultan HB II ini ingin perjuangan leluhurnya dapat diakui. Serta bisa turut dikenal oleh generasi sekarang.
Hal tersebut pula yang mendasari kegiatan seminar nasional tentang Sultan HB II. Yakni dengan mengusung tema Merajut Jejak Sang Pemimpin: Perjuangan dan Warisan Sri Sultan Hamengku Buwono II dalam Bingkai Nasionalisme dan Identitas Budaya.
Melalui diskusi dan pemaparan dari berbagai perspektif, pihaknya berharap seminar tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif.
Khususnya terkait kontribusi Sultan HB II dalam membentuk jati diri bangsa dan melestarikan kekayaan budaya nusantara.
“Kami ingin perjuangan leluhur kami diakui, Sultan HB II adalah simbol perlawanan dan keberanian. Kisahnya harus sampai ke generasi sekarang,” tegas Fajar.
Trah Sultan HB II diketahui juga akan mengajak Wamensos Agus Jabo Priyono dalam seminar itu.
Dalam pertemuan dengan trah Sultan HB II yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu itu, Wamensos merespon positif dan akan mendukung kegiatan seminar tentang kiprah nasional Sultan HB II.
Agus Jabo menilai, semangat perjuangan Sultan HB II sudah selayaknya dikenalkan kepada generasi muda.
Sehingga nantinya, anak-anak muda di Indonesia bisa mengenal lebih jauh tentang bagaimana sejarah dan menghargai perjuangan leluhur.
“Anak muda harus tahu siapa yang berjuang untuk Indonesia. Sultan HB II dan Diponegoro adalah inspirasi besar,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita