KULON PROGO - Penggunaan pisau sembelih tempaan masih sering ditemui di masyarakat desa. Utamanya, saat momen kurban. Tak jarang pisau tempaan dibuat khusus untuk menyembelih binatang hidup.
Salah seorang pemilik pisau sembelih tempaan adalah Samroni. Ia mengabdikan diri sebagai takmir musala sekaligus penjagal hewan sembelih.
Dikatakan, pisau sembelih memang perlu didesain khusus. Lantaran penggunaan pisau untuk mematikan hewan dengan sekejap. Faktor ketajaman menjadi perhatian khusus, berkaitan dengan larangan untuk menyiksa hewan.
"Kalau kurban jangan sampai menyiksa hewan. Jadi harus memastikan ketajaman pisau," ucap Samroni saat ditemui Radar Jogja di kediamannya, Jumat (9/5).
Ia menjelaskan, pisau yang tampil akan memperlambat kematian hewan. Akibatnya, hewan tak langsung mati dan justru tersiksa. Pisau tajam mampu memotong empat urat atau saluran dalam sekali dorongan.
Pisau sembelih tempaan menjadi salah satu sarana menyembelih hewan ternak. Akan tetapi, tak semua pisau tempaan bisa digunakan untuk menyembelih. Lantaran, pisat tempaan harus dipastikan ketajaman, ketebalan, bahan, dan kekuatan. "Jadi saling mempengaruhi, terutama bahan dari pisau," ungkapnya.
Samroni yang memiliki pengalaman menyembelih hewan mengungkapkan tingkat ketajaman pisau bisa dipengaruhi dari bahan pembuatan. Salah bahan yang sering digunakan oleh tukang jagal adalah per mobil. Bahan per mobil yang ditempa memiliki kekuatan dan ketajaman yang cukup memudahkan proses penyembelihan.
Bahan per mobil biasanya akan melalui penyepuhan. Berdasarkan pengalaman, penyepuhan juga berpengaruh pada kekuatan mata pisau. Jika penyepuhan terlalu matang, maka mata pisau gampang rusak. Sedangkan penyepuhan yang telalu sedikit membuat mata pisau cepat tumpul.
"Kalau pisau tempaan jelas lebih murah, dibanding pisau impor," ucapnya.
Munculnya pisau impor khusus penyembelihan mulai banyak ditemui di masyarakat. Akan tetapi, harga pisau yang mahal membuat pisau tempaan masih menjadi pilihan utama. Jika dibanding secara harga pisau tempaan 10 kali lipat lebih murah.
Pisau tempaan biasanya dibanderol mulai dari Rp 200 ribu bergantung bahan dasar pisau. Sedangkan pisau impor sembelih biasanya paling murah ditemui Rp 2 juta.
Tergantung dari sertifikat khusus yang melabeli pisau tersebut. Lantaran, pisau impor biasanya memiliki kategori food grade dan sebagainya. "Kelemahan pisau tempaan perlu diasah kalau sudah lama tidak dipakai," ungkapnya.
Kendati dibanderol harga murah, pisau tempaan memiliki perawatan khusus. Pisau tempaan setelah digunakan harus terlebih dahulu dibersihkan dari darah ataupun kotoran lain. Jika disimpan dalam keadaan kotor, piasu akan korosi termakan karat.
Saat tak digunakan, pisau tempaan juga rutin dirawat. Biasanya pisau tempaan bisa dilumuri minyak rem untuk menjaga dari karat selama disimpan dalam sarungnya.
Jika hendak menggunakan, pisau terlebih dahulu harus dicuci.
Mengingat penyimpanan yang lama berpotensi menibulkan noda karat. Selain itu, pisau perlu diasah untuk menjaga ketajamannya.
"Sebelum dipakai periksa ketajaman dulu menggunakan kertas seperti ini," pungkas Samroni sambil mempraktikkan ketajaman pisau. (gas/laz)
Editor : Heru Pratomo