Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Supaya Pengunjung Tak Hanya Lihat Benda, Wabup Purworejo Minta Museum Harus Mampu Narasikan Akar Sejarah

Muhammad Hafied • Jumat, 25 April 2025 | 02:43 WIB
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyaksikan koleksi barang antik pada Pameran Temporer Museum Tosan Aji, Kamis (24/4/).
Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menyaksikan koleksi barang antik pada Pameran Temporer Museum Tosan Aji, Kamis (24/4/).

 

 

 

PURWOREJO - Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengingatkan fungsi dan keberadaan museum bukan hanya menyimpan benda bersejarah, tapi juga mampu sebagai tempat edukasi bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan Dion saat pembukaan Pameran Temporer Museum Tosan Aji, Kamis (24/4/).

Dion menyatakan, benda peninggalan sejarah di museum acap kali hanya dilihat dari sudut pandang logika mistika atau klenik. Padahal dari benda tersebut memiliki nilai edukasi yang menyimpan berbagai kepingan sejarah.

"Ingin kami dorong agar pengunjung museum tidak hanya melihat benda sebagai obyek, tapi juga ada pemahaman utuh tentang akar sejarah," ungkapnya.

Menurut Dion, cerita dan fakta sejarah perlu dikenalkan kepada masyarakat agar tidak lupa dengan kebesaran bangsanya sendiri. Oleh karena itu, museum harus menjadi ruang strategis untuk lebih terbuka mengedukasi masyarakat. "Sebuah kewajiban bersama untuk dapat terus menjaga dan memelihara akar sejarah," ucapnya.

Mantan Ketua DPRD Purworejo itu juga cukup mengapresiasi pemanfaatan teknologi digital di Museum Tosan Aji. Dengan modifikasi teknologi ini diharapkan dapat semakin menarik minat pengunjung, terutama bagi kalangan anak-anak. Dengan begitu akan memberikan pengalaman berharga bagi pengunjung.

Pada pembahasan lain, Dion sempat menyinggung negara India yang terus memegang teguh adat dan budaya melalui narasi dan nilai seperti diceritakan dalam epos Mahabharata. Berkaca dari India, Dion berharap ada sebuah karya yang bisa menarasikan sejarah berbalut mitos. "Supaya di tengah era globalisasi, kita tidak menjadi bangsa yang lupa akan identitasnya," ujarnya.

Kepala Dindikbud Purworejo Wasit Diono menerangkan, pameran digelar dalam rangka peringatan berdirinya Museum Tosan Aji. Saat ini museum telah berusia 38 tahun sejak pertama berdiri pada 1987. "Kami ingin mengajak seluruh pihak memelihara kebudayaan agar tetap lestari," kata Wasit Diono.

Pameran ini didukung berbagai museum yang berada di are eks Karesidenan Kedu dan sekitar. Antara lain Museum BPK RI, Museum Samuderadraksa Borobudur, Museum Sudirman Magelang, Museum Kebon Pasinaon dan Museum Air Waterboom Jogja. Adapun pameran akan berlangsung hingga 26 Maret 2025 mendatang. "Dipilih tema Prasama Miyara atau Bersama menelihara. Dibuka gratis dadi jam 08.00 sampai 19.00," ucapnya. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Museum Tosan Aji Purworejo #wakil bupati #Dion Agasi Setiabudi #Pameran temporer #Purworejo