Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Sosok Kartini yang Lahir di Lingkungan Priyayi: Perjuangkan Hak Perempuan hingga Wafat Diusia Muda

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 22 April 2025 | 01:15 WIB
Raden Ajeng Kartini dan sejarah peringatan Hari Kartini, 21 April.
Raden Ajeng Kartini dan sejarah peringatan Hari Kartini, 21 April.

RADAR JOGJA - Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal RA Kartini adalah tokoh perempuan Indonesia yang lahir pada tanggal 21 April 1879, di Jepara, Jawa Tengah.

Dalam perjalanan hidupnya, RA Kartini banyak berjasa untuk memajukan kehidupan perempuan di Indonesia.

khususnya perjuangan untuk membuka akses pendidikan bagi para perempuan agar tidak tertinggal.

Latar Belakang Keluarga


RA Kartini adalah anak perempuan yang lahir dari pasangan Raden Mas (RM) Sosroningrat dan Mas Ajeng Ngasirah.


Kartini lahir dalam lingkungan keluarga priyayi atau bangsawan, karena itu ia berhak menambahkan gelar Raden Ajeng (RA) di depannya.


RM Sosroningrat merupakan seorang Bupati Jepara pada tahun 1880, selain menikah dengan Mas Ajeng Ngasirah, ia juga menikahi gadis bangsawan yaitu Raden Ajeng Woerjan.

Pernikahan RM Sosroningrat dan Mas Ajeng Ngasirah dikaruniai delapan orang anak, sedangkan pernikahan RM Sosroningrat dan Raden Ajeng Woerjan dikaruniai tiga orang anak.


Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.


Kehidupan keluarga mereka berkecukupan sehingga RA Kartini dan saudara saudaranya bisa tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.


Pendidikan dan Perjuangan

Kartini bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 Tahun, dimana beliau belajar bahasa Belanda.

Setelah itu, beliau harus tinggal dirumah karena sudah terbiasa dipingit.

Tetapi Kartini terus belajar sendiri dan menjalin hubungan korespondensi dengan teman teman di Belanda.

Melalui surat suratnya, Kartini mengungkapkan pemikirannya tentang kesetaraan gender dan pentingnya pendidikan bagi perempuan.


Perjalanan hidup RA Kartini

Sejak lulus dari ELS dan tidak melanjutkan pendidikan, kehidupan RA Kartini dinilai sangat tertutup karena ia merasa dirinya dikurung dan dibatasi pergaulannya.

Padahal saat itu usianya masih sangat muda yaitu 13 tahun, usia yang sangat produktif untuk belajar banyak hal dari dunia luar.

Sehari hari RA Kartini dipaksa belajar menjadi putri bangsawan sejati yang selalu diam seperti boneka dan membiasakan diri untuk berbicara dengan suara halus dan lirih.

Dalam masa pingitan, kehadiran sahabatnya yang bersedia menjenguk yaitu Letsy Detmar bisa menjadi pelipur lara karena RA Kartini banyak diceritakan tentang dunia luar olehnya.


Sehari hari dalam masa pingitan, RA Kartini terus belajar dan membaca.

Namun dirinya merasa sia sia jika belajar tanpa adanya Guru.

Perkawinan dan Kematian

Kartini Menikah dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, seorang Bupati Rembang, pada 12 November 1903.

Beliau melahirkan anak pertama bernama RM Soesalit pada 13 September 1904, tetapi beberapa hari setelah melahirkan, Kartini meninggal pada 17 September 1904 di usia 25 tahun.

Kematian RA Kartini sangat menggemparkan pikiran suaminya, RM Djojo Adiningrat.

Kepada Nyonya Abendanon beliau juga menulis sebuah surat yang menceritakan kematian isterinya.

Warisan

Perjuangan Kartini untuk hak hak perempuan dilanjutkan oleh saudaranya dan yayasan yang didirikan oleh keluarga Van Deventer.

Pada 1902, berdiri sekolah wanita oleh yayasan Kartini di Semarang, yang kemudian menyebar kedaerah lain seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Malang.

Surat surat Kartini juga dibukukan dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Itulah sejarah RA kartini mulai dari beliau lahir hingga wafat di usianya yang masih muda, namun sudah banyak berjuang untuk keberlangsungan generasi bangsa. (Tri Advent Sipangkar)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#hak perempuan #Wafat di usia muda #priyayi #Sosok #wafat #perjuangan #kartini #lingkungan #Mengenal