Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bus Menoreh Jurusan Jogja-Wates, Waktu Menunggu Bisa Berjam-jam, Jadi Wadah Bercengkrama Siswa Antarsekolah

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 20 April 2025 | 13:30 WIB

 

Bus Menoreh dengan jurusan Jogja-Wates adalah salah satu pilihan transportasi umum favorit pada jamannya. Bus ini biasanya beroperasi dari Terminal Giwangan Jogja menuju Wates atau sebaliknya.
Bus Menoreh dengan jurusan Jogja-Wates adalah salah satu pilihan transportasi umum favorit pada jamannya. Bus ini biasanya beroperasi dari Terminal Giwangan Jogja menuju Wates atau sebaliknya.

KULON PROGO - Moda transportasi Bus Menoreh yang beroperasi di Kabupaten Kulonprogo, memiliki kenangan tersendiri bagi penggunanya. Salah satunya yang dirasakan guru SMKN 1 Pengasih, Bekti Lestari.

Bekti mengaku, dulunya merupakan pelanggan tetap Bus Menoreh. Dia kerap memanfaatkan moda transportasi itu untuk berangkat sekolah dari rumahnya di Kalurahan Palihan, Temon menuju SMPN 1 Wates dan SMAN 1 Wates.

Bekti menceritakan, Bus Menoreh juga merupakan salah satu angkutan umum yang paling dinantikan para pelajar di kabupaten bermoto Binangun ini. Sebab, bus itu memiliki rute dari kawasan perbatasan sisi barat hingga ke wilayah perkotaan.

Dia menyampaikan, dulunya Bus Menoreh merupakan salah satu transportasi umum yang memiliki waktu tunggu cukup lama. Lantaran bus itu tidak hanya digunakan oleh pelajar, namun juga masyarakat umum.

"Jadi biasa menunggu berjam-jam. Begitu datang, busnya sudah penuh sesak. Tapi mau tidak mau harus naik agar tidak terlambat,” ujar Bekti kepada Radar Jogja, Jumat (11/4).

Selain waktu tunggu yang tidak sebentar, Bus Menoreh dulunya juga merupakan moda transportasi umum yang digunakan para pedagang growol. Sehingga, para pelajar yang hendak berangkat sekolah kerap berjibaku dengan bau khas dari makanan Kulonprogo itu.

Bekti pun mengungkap, tarif untuk menggunakan bus kala itu juga tergolong sangat murah. Untuk satu kali perjalanan penumpang hanya dibebankan biaya dari Rp. 150 sampai Rp. 300.

Namun meski waktu tunggu dan terkadang bau yang tidak sedap di dalam bus, Bekti mengaku merasa beruntung pernah menjadi penumpang Bus Menoreh. Sebab, di dalam bus para pelajar dengan berbagai latar belakang bisa saling bersosialisasi. “Hal yang mungkin tidak didapatkan anak-anak sekarang adalah bersosialisasi dengan teman-teman sekolah lain," katanya.

Selain itu, di dalam bus juga ada berbagai profesi dan status sosial yang berbeda. "Sehingga otomatis terbentuk solidaritas sesama penumpang Bus Menoreh,” kenang Bekti. (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Bus Menoreh #kabupaten kulonprogo #transportasi bus