PURWOREJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo memastikan pencipta Lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf (WR) Supratman lahir di Purworejo. Pahlawan nasional tersebut tercatat lahir di Dusun Trembelang, Desa Somongari, Purworejo pada 19 Maret 1903.
Mahasiswa dan aparatur sipil Negara (ASN) Pemkab Purworejo mendatangi Memorial House WR Supratman di Dusun Trembelang, Sawahan, Samongari, Kaligesing, Purworejo, Rabu (19/3). Kedatangan mereka di rumah kelahiran pahlawan nasional, WR Supratman sekaligus menegaskan sang pencipta lagu kebangsaan ’Indonesia Raya’ adalah kelahiran Purworejo.
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo Stefanus Aan Isa Nugroho. Menurut dia, WR Supratman lahir di Purworejo tidak hanya berdasar penjelasan keluarga atau keturunan yang tinggal di Purworejo, namun juga berpedoman pada hasil kajian, data empiris dan bukti penelusuran sejarah. "Pemkab Purworejo tetap berpendapat bahwa WR Supratman lahir di Purworejo," jelasnya.
Tempat kelahiran WR Supratman di Purworejo juga diperkuat melalui penetapan Pengadilan Negeri (PN) Purworejo Nomor 04/pdt/pi 2007/PN.Pwr. Sebelum masuk ke ranah persidangan, terkait tempat dan tanggal lahir WR Supratman sempat dibahas dalam seminar nasional.
Dalam seminar tersebut memuat kesimpulan bahwa WR Supratman dilahirkan ibunya, Nyai Siti Senen Kartodikromo di rumah Saprono yang merupakan kakaknya di Dukuh Trembelang, Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo pada hari Kamis Wage pada 19 Maret 1903.
Pada 2014, dilakukan penelusuran sejarah WR Supratman oleh Sekretariat Negara RI. Hasilnya diterbitkan dalam sebuah buku terbitan Sekretariat Negara RI berjudul Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang memuat sejarah, simbol, arti dan makna serta penggunaan.
Aan mengatakan, Pemkab Purworejo memiliki pendapat berbeda dengan keluarga WR Supratman di Jakarta. Pihak keluarga WR Supratman mengklaim pahlawan nasional tersebut lahir di Jatinegara, Jakarta pada 9 Maret 1903. Namun Pemkab berpegang teguh pada berbagai pijakan termasuk putusan PN Purworejo.
Baca Juga: Daya Tampung SNBP 2025: Panduan Lengkap untuk Calon Mahasiswa
Pun demikian, atas dasar tersebut pemkab juga rutin menperingati Bulan WR Supratman yang telah ditetapkan sebagai Bulan Indonesia Raya. "Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pendapat Keluarga WR Supratman yang ada di Jakarta," ujarnya.
Arsip Radar Jogja pada 20 Maret 2018 menuliskan, juru pelihara tempat lahir sang komponis Panut Maryono mengatakan, dari berbagai informasi yang ada, WR Sipratman adalah putera ketujuh pasangan Karto Dikromo-Senen yang memiliki sembilan anak. Ayahnya merupakan tentara KNIL Belanda yang berasal dari Godean, Sleman, Jogjakarta, sementara yang asli Somongari adalah Senen, ibunya.
Setelah menikah, kedua orang tua WR Supratman hijrah ke Jakarta dan melahirkan putera-puteri mereka. Hanya saat menjelang kelahirannya, orang tua WR Supratman berselisih paham dan sang ibu memilih pulang ke kampung halamannya.
"Dulu ada saksi hidup yang menyaksikan penguburan ari-ari WR Soepratman yang ditempatkan di depan rumah ini. Dari sumber itu dikatakan kalau saat usia Pak WR 36 hari, kemudian dibawa kembali ke Jakarta karena orang tuanya sudah baikan," jelas.
Dari banyak kerabat WR Supratman yang ada, hanya beberapa saja yang memiliki keturunan, sementara sang tokoh sendiri hingga akhir hayatnya tidak memiliki keturunan. Adanya cerita pernikahan dengan Salamah,
tidak pernah diakui oleh pihak keluarga. (pra)
Editor : Heru Pratomo