JOGJA - Kelab malam Pappilon adalah salah satu tempat nongkrong paling hits dan legendaris di Jogja pada zamannya. Pembawa acara kondang Anang Batas bahkan menyebut kelab ini pernah turut meramaikan agenda Jogja Party Abis.
Anang menjelaskan, Jogja Party Abis adalah agenda ketika kafe, kelab, hingga restoran di Jogja membuat agenda bersama. Mereka bahkan bersepakat untuk menggunakan baju dengan warna senada.
Menurut Anang, ada lebih dari 10 tempat yang turut serta. "Kala itu sudah tahun 2000-an. Jadi, kami publikasi bersama. Jalan sekitar beberapa tahun," ucapnya.
Dia menuturkan, kegiatan itu dilakukan pada hari Rabu sekitar dua bulan sekali. Semisal nanti disepakati baju yang digunakan merah, maka kala itu pada sore hari banyak orang di jalanan terlihat menggunakannya.
"Saya pilih Rabu karena biasanya orang keluar rumah tidak sebanyak akhir pekan. Ternyata direspons masyarakat dengan antusias," katanya.
Menurut Anang, Pappilon sendiri memang salah satu jujukan kala itu. Tempatnya terhitung cukup luas dan menyajikan beragam agenda. Terlebih, pada saat itu pilihan kelab ataupun kafe tidak sebanyak zaman sekarang.
"Saya pernah ngisi di sana, tetapi tidak sering. Hanya kalau ada agenda tertentu saja, bukan ikut kegiatan hariannya," tambahnya.
Anang mengatakan, mayoritas yang datang adalah anak muda. Dia menilai, ada rasa bangga tersendiri bagi mereka yang sudah pernah masuk ke Pappilon lantaran pernah ikut dugem.
Menurutnya, Pappilon kala itu buka hingga pukul 02.00, sehingga tidak seperti kelab sekarang yang buka hingga pagi hari.
Dia menilai, sebenarnya budaya masyarakat untuk mencari hiburan pada zaman sekarang tidak jauh berbeda. Hanya saja, kelab malam yang tersedia lebih banyak dan beragam sesuai dengan segmen masing-masing.
"Hiburan ini untuk orang-orang tertentu. Kelab malam juga ada segmennya. Jadi tidak keliatan ngumpul di satu tempat saja," kata pria yang sering dipanggil Abat, akronim dari namanya ini. (del/laz
Editor : Heru Pratomo